detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Pituhoppus  ″masalah harga itu relatif,, yg penting kepuasan. orang indo tu aneh wong cuma pemake aja pada berdebat kayak orang paling pinter sendiri. mbok dari.. ″
  • PRO khairul umam  ″kualitas oke , uang berlebihan ..oke2 aja tuch harga segitu bagi yg mampu :D  bagi ane hp jadul udh syukur :D  asal bsa nlpon n sms :D  ckckckckk.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Selasa, 07/09/2010 10:55 WIB

6 Kendali Sensor Gerak yang Gagal
Trisno Heriyanto - detikinet


Jakarta - Kinect atau pun Playstation Move, merupakan salah satu contoh kendali sensor gerak yang diprediksi bakal sukses. Namun sebelum kehadiran kedua kontroler tersebut, ada beberapa produk sejenis yang gagal di pasaran.

Dilansir Vgchartz dan dikutip detikINET, Selasa (7/9/2010), berikut adalah 6 kontroler game berbasis sensor gerak yang gagal di pasaran.




1. Power Glove (NES)
Saat ini Nintendo memang terbilang sukses dengan Wii Motionnya, namun beberapa tahun lalu vendor game asal Negeri Sakura tersebut sempat gagal membuat kendali sensor gerak, Power Glove (NES). Kendali tersebut hampir tidak berfungsi sama sekali. Semenjak diluncurkan hanya ada dua game saja yang mendukung perangkat tersebut.



2. Joyboard (Atari 2600)
Joyboard  merupakan kendali yang dirancang utuk Atari 2600. Kendali ini mempunyai sistem kerja jungkat-jungkit mirip dengan yang ada pada Wii Balance Board. Sayang, keberadaannya hanya didukung oleh satu game saja.



3. U-Force (NES)
Bentuknya mirip sebuah laptop. Dengan bantuan infra merah di dalamnya, gamer hanya perlu melambaikan tangannya untuk mengendalikan game. Namun teknologi ini sepertinya tidak banyak diminati para gamer kala itu.



4. Sega Activator (Sega Genesis)
Sistem kerjanya mirip dengan Kinect. Kontroler yang dirancang untuk Sega Genesis ini akan memantau gerakan pemain melalui sebuah infra merah. Namun pada kenyataannya piranti tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya.



5. Konami Laserscope (NES)
Kendali ini dijanjikan bisa mengendalikan game melalui pendeteksi suara, namun pada kenyataannya sangat sulit diterapkan pada kebanyakan game.



6. The Glove (PS One)
Delapan tahun setelah kepunahan Power Glove munculah kendali gerak bertajuk The Glove, yang dirancang untuk Playstation 1. Tak ubahnya seperti kontroler besutan Nintendo tersebut, piranti ini pun hanya menjadi bahan olokan di kalangan gamer. ( eno / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel