detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Adie  ″Terlaaaaluuuuuu. Fitur lumayan, but buat gue mendingan Beli galaxi slim dapet 2... ″
  • PRO icalanwar  ″walopun bukan pengguna iphone, tapi gw rasa wajar sih.. design, fitur, ide, research, dan gengsi itu memang di hargain mahal... ″
26%   74% 

Selengkapnya


Jumat, 03/09/2010 13:03 WIB

Hakim dan Pengacara 'Bintangi' Website Porno
Fino Yurio Kristo - detikinet


Lori Douglas (cbc)

Kanada - Tokoh terpandang kerap tersandung kasus pornografi online, misalnya para artis yang rekaman mesumnya bocor ke dunia maya. Di Kanada baru-baru ini, seorang hakim menjadi pusat pemberitaan nasional karena foto cabulnya bersama sang suami beredar di internet.

Hakim wilayah Manitoba bernama Lori Douglas ini beraksi mesum dengan sang suami yang bernama Jack King. Foto-foto mereka dipajang di sebuah situs porno. Parahnya, dalang di balik penyebaran foto-foto tersebut ternyata adalah suaminya sendiri, Jack King.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena Jack King adalah seorang pengacara hukum. Ulahnya bersama sang istri dikhawatirkan merusak citra lembaga hukum setempat.

Terkait kasus mesum ini, seorang programmer komputer setempat melancarkan gugatan ke pengadilan. Penggugat bernama Alex Chapman menggugat Lori Douglas dan suaminya serta minta uang ganti rugi sebesar US$ 67 juta.

Mengapa Chapman melancarkan gugatan? Ternyata dia pernah menjadi klien Jack King. Nah, Jack King ini ternyata bertingkah gila, ia menunjukkan foto bugil isterinya sendiri yang dipostingnya di internet. Malah kalau mau, Chapman boleh berhubungan intim dengan isterinya itu.

Chapman terganggu dengan kelakuan mereka sehingga melancarkan gugatan. Kasus ini pun jadi sorotan masyarakat luas. Bahkan hakim Lori Douglas akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sembari menunggu penyelesaian kasus ini.

"Sukar dipercaya bahwa integritas di sistem pengadilan kita telah sangat menurun," tukas Chapman, yang dilansir United Press International dan dikutip detikINET, Jumat (3/9/2010). ( fyk / rns )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel