Berita Terbaru
-
Kamis, 09/02/2012 17:51 WIB
3 Tren IT Enterprise -
Kamis, 09/02/2012 16:35 WIB
Terjun di Pasar TI, Huawei Siap Saingi IBM cs -
Rabu, 08/02/2012 17:08 WIB
Nokia akan PHK 4.000 Karyawan -
Rabu, 08/02/2012 16:49 WIB
IPO, Facebook Bidik China -
Selasa, 07/02/2012 18:09 WIB
Belajar dari Model Bisnis Freemium Google -
Selasa, 07/02/2012 17:15 WIB
Trio Elektronik Jepang Hadapi Rugi Raksasa
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Kamis, 09/02/2012 12:42 WIB
Diancam Mau Didemo, Apple Tegaskan Peduli Nasib Buruh
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA andre4s ″knpa hrs bli yg mhl2? L0k da yg murah n lbh \"berkualitas\"!.. ″
- KONTRA Adie ″Terlaaaaluuuuuu. Fitur lumayan, but buat gue mendingan Beli galaxi slim dapet 2... ″
26%
74%
Selengkapnya
Indosat Hadapi Utang Jatuh Tempo Rp 2,181 Triliun di 2011
Whery Enggo Prayogi - detikinet
Menurut Group Head Investor Relation ISAT, Nicholas Swierzy, beban utang yang wajib dibayar perseroan terdiri dari mata uang rupiah sebesar Rp 2,16 triliun, sementara sisanya berdominasi dollar Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 2,42 juta, atau setara Rp 21,98 miliar dengan acuan Rp 9.085 per dollar AS. Totalnya sekitar Rp 2,181 triliun.
Nicholas pun menegaskan, utang tersebut bakal perseroan bayarkan tepat pada waktunya. ISAT juga masih mempunyai kesempatan untuk merestrukturisasi utang tersebut melalui perpanjangan waktu pinjaman.
"Ada bank-bank juga siap bantu kita untuk pelunasan utang tersebut," ungkap Nicholas di kantornya gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.
Sementara itu, tahun 2012 perseroan juga memiliki utang jatuh tempo yang lebih besar, yaitu sebanyak Rp 2,698 triliun. Dimana sebanyak Rp 2,68 triliun dalam mata uang rupiah, sisanya Rp 18,62 miliar (US$ 2,05 juta).
Pada periode Januari hingga Juni 2010, ISAT mencatat pertumbuhan pendapatan 5,8% menjadi Rp 9,661 triliun dari periode yang sama tahun 2009 Rp 9,135 triliun. Pendapatan dari selular sebesar Rp 7,678 triliun, naik 14,4% dari sebelumnya Rp 6,710 triliun.
Namun sayang, naiknya pendapatan tidak diikuti dengan prestasi pada pos laba bersih. Laba bersih ISAT justru anjlok 71,5% menjadi Rp 287,1 miliar dari sebelumnya Rp 1,007 triliun.
Presiden Direktur ISAT, Harry Sasongko menyebut, penurunan laba ini lebih diakibatkan faktor exchange rate. Dimana perseroan menduga rate rupiah terhadap dollar naik, namun yang terjadi justru sebaliknya.
"Laba turun karena rupiah yang menguat dan ada market derivatif hedging (perlindungan nilai)," kata Harry.
"Indosat telah mulai menyeimbangkan pertumbuhan pelanggan dengan peningkatan basis pelanggan yang berkualitas dan mengurangi pelanggan calling card. Jadi kita tidak lagi volume strategy tapi value strategy," imbuhnya.
( wep / eno )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Kamis, 09/02/2012 13:08
Berharap Lahirnya Mark Zuckerberg 'Made in Indonesia' - Kamis, 09/02/2012 19:08
Operator Masih Tambang Uang Terbesar Huawei - Kamis, 09/02/2012 19:00
8 Lensa Anyar Siap Percantik Sony NEX - Kamis, 09/02/2012 14:09
Pakai Nama iPad, Apple Dituntut Rp 14 Triliun - Kamis, 09/02/2012 13:24
BlackBerry 10 Siap Tantang iPhone & Android
Komentar Terpopuler
- Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone - Selasa, 07/02/2012 14:58 WIB
Ini Dia Ponsel yang Paling Kuat di Suhu Beku
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel





Sending your message


---125x125.gif)
