detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Wemphy  ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
  • PRO Ibnu Qosim New Innovation  ″semua itu pantas2 saja sekalipun harganya mahal, wonk nyatanya aja laris ko di indo.... He he he....... ″
26%   74% 

Selengkapnya


Selasa, 17/08/2010 14:56 WIB

Esensi Dibalik Upacara Digital
Fajar Widiantoro - detikinet


Halaman Upacara Digital (ss/inet)

Jakarta - Sejalan detik-detik proklamasi, upacara bendera digital telah selesai dilakukan. Pengguna internet Indonesia seakan bernostalgia merasakan suasana upacara bendera secara virtual. Sebenarnya apa esensi dibaliknya?

Hal tersebut dijawab oleh Affi Khresna, salah satu penggiat gerakan Indonesia Optimis, selaku penggagas upacara digital saat dihubungi detikINET, Selasa (17/8/2010).

"Kami melihat #indonesia65 (HUT RI ke 65-red) ini sebagai momentum untuk menyebarkan semangat ini. Banyak dari kita yang sebetulnya ingin menunjukkan sikap nasionalisme-nya," tulisnya melalui e-mail yang diterima detikINET.

Affi melanjutkan, dalam mengekspresikan sikap nasionalisme tersebut banyak warga Indonesia yang bersikap malu, gengsi, skeptis, sinis, kronis, bahkan soksok-an.

"Kami merasa harus melakukan sesuatu. Memfasilitasi mereka, berusaha mengajak mereka dengan cara-cara yang populer, dan membangkitkan nostalgia atas upacara bendera," tambahnya. Nah, puncak dari semua ini adalah kegiatan yang dilakukan melalui upacara bendera digital.


Mengapa 'Digital'?

Saat ditanya apa alasannya membuat wadah ini ditengah maraknya penggunaan media sosial di Indonesia, Affi pun menjelaskan bahwa karena memang inilah era-nya.

"Anak-anak muda yang menjadi target kami mulai melek keadaan, kritis, sudah well-known dengan dunia digital. Melalui cara ini kami juga ingin menyampaikan bahwa kecintaan terhadap Indonesia bisa dilakukan dengan caramu sendiri dimanapun, kapanpun. Selain itu digital juga cara yang paling mudah di-notice di ranah internasional," ujarnya lagi.


Nasionalisme Tak Sebatas Penghormatan Bendera


Memang benar bahwa sikap nasionalisme tak hanya ditunjukan melalui penghormatan bendera, ataupun gerakan sosial sejenis seperti di atas. Untuk itu, detikINET menanyakan apa langkah konkret selanjutnya setelah perhatian publik tertuju pada gerakan Indonesia Optimis ini.

Menurut Affi, kedepannya Indonesia Optimis akan terus menyerukan keoptimisan berpikir, bersikap dan bertindak. Artinya melalui jejaring sosial, mereka bakal mengumpulkan generasi muda Indonesia yang kritis, dan melihat persoalan apapun secara optimis.

"Kami akan mengajak follower kami untuk berdiskusi berkala via Twitter, menjaring lebih banyak pendukung di Facebook, dan mengoptimalkan website indonesiaoptimis.org, yang nanti akan menjadi portal interaksi keoptimisan bangsa, dengan tidak menyepelekan prestasi sesederhana apapun" tandasnya. ( fw / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel