Berita Terbaru
-
Rabu, 08/02/2012 10:50 WIB
4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah' -
Selasa, 07/02/2012 16:56 WIB
Foto yang Dihapus di Facebook Tidak Benar-benar Lenyap -
Selasa, 07/02/2012 14:23 WIB
Kolom Telematika
Teknologi Cloud, Apakah Membantu? -
Selasa, 07/02/2012 14:10 WIB
Ditutup, MegaUpload Banjir Dukungan -
Selasa, 07/02/2012 13:24 WIB
8 Sosok Bertalenta di Dunia Teknologi -
Selasa, 07/02/2012 13:02 WIB
Idenesia, 'YouTube' Lokal yang Menampung Film Inspiratif
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Selasa, 07/02/2012 14:30 WIB
Inilah 8 Sosok Bertalenta di Dunia Teknologi
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA Muhammad Iqbal Annur ″JELAS MAHAL LAH HANDPHONE GA DIBAWA MATI MENDING BUAT AMAL BUAT KEPERLUAN ? MASIH BANYAK UNTUK KELAS RAKYAT.. ″
- KONTRA Wemphy ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
26%
74%
Selengkapnya
'Nomor Identitas Nasional Mampu Kurangi Biaya Kesehatan'
Andrian Fauzi - detikinet
Ilustrasi (Ist.)
Seperti dikatakan oleh Division Manager Hitachi, Takashi Kai dalam sesi presentasinya di acara e-Indonesian Initiative V di Aula Timur ITB, Rabu (5/5/2010). Selama ini biaya kesehatan masyarakat Jepang cukup besar tiap tahunnya.
"Pada tahun 2004, pemerintah Jepang mengucurkan dana sebesar 32,1 trilyun yen. Dan sekarang sudah dua kali lipatnya," paparnya.
Dana jaminan sosial ini, lanjur Kai, kebanyakan dipergunakan oleh masyarakat berusia lanjut. Lalu kaitannya dengan nomer identitas nasional, Kai mengatakan bahwa dengan adanya intergrasi antara instansi pemerintah dengan instansi kesehatan, maka masyarakat bisa mengontrol kesehatannya. Sehingga dana jaminan kesehatan yang dikucurkan akan berkurang.
"Bagaimana informasi ini bisa disharing? Dengan nomer identitas nasional, semua data milik masyarakat tercatat. Termasuk riwayat kesehatannya. Dan data ini yang kemudian akan disambungkan ke data kesehatan. Sehingga masyarakat bisa memantau kesehatannya," kata dia menjelaskan.
Kai mencontohkan program e-Health yang sudah diterapkan di Jepang. Dalam program yang bernama HALSMA Diet, masyarakat bisa memonitor kesehatannya. Riwayat
kesehatannya yang selama ini tercecer di banyak tempat, bisa terkumpul dan diakses sendiri.
"Selama ini data kesehatan selalu tercecer. Di rumah sakit A, dokter B dan dimana-mana. Dengan adanya ini, kita bisa dengan mudah mengetahui riwayat kesehatan kita. Tapi kayaknya program diet ini tidak cocok buat Indonesia. Karena saya lihat orang Indonesia tubuhnya kurus-kurus. Tidak seperti di negara-negara maju macam Jepang, Amerika dan lainnya yang tambun-tambun," katanya berseloroh.
Jepang sendiri baru akan memulai mengimplementasikan e-Goverment pada tahun ini. Padahal infrastrukturnya sediri sudah dibangun sejak tahun 2001.
( afz / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Rabu, 08/02/2012 11:29
Mengintip Tes Daya Tahan yang Dijalani BlackBerry - Rabu, 08/02/2012 11:50
Google Chrome Akhirnya Mendarat di Android - Rabu, 08/02/2012 10:50
4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah' - Selasa, 07/02/2012 16:04
Hati-hati dengan 'Dompet' BlackBerry 9900 - Rabu, 08/02/2012 12:23
BBS, 'Leluhurnya' Internet
Komentar Terpopuler
- Rabu, 01/02/2012 14:37 WIB
Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? - Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Rabu, 01/02/2012 13:14 WIB
6 Alasan Pebisnis Tinggalkan BlackBerry
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Gara-gara 2 Guru Cabul, Semua Guru & Staf SD Los Angeles Diganti!
- Sambil Menangis, Ketua MA Hatta Ali Paparkan Program 100 Hari





Sending your message


---125x125.gif)
