detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
  • KONTRA DhyƤn Nuryadin  ″jiahhh jelas mahal lahhh....siri could...... klbhn yang pasti jrng d gnkn..... yg ada cuma gengsinya tinggi....klw d tenteng d tmpt rame banggax.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Rabu, 17/03/2010 12:29 WIB
Sony Disomasi Sony
Sony Corp dan Sony AK Sepakati Dua Hal
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


Screenshot sony-ak.com

Jakarta - Sony Corp langsung terbang dari Jepang untuk menemui Sony AK di Indonesia demi menjernihkan permasalahan. Dalam pertemuan yang dimediasi oleh Sony Indonesia, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan dua hal.

"Kami sepakat untuk melakukan improvement, yakni rekonstruksi logo dan meminta Sony AK untuk memperkuat disclaimer di situsnya," kata Rini F Hasbi, Senior
Manager Head of Marketing Communications Sony Indonesia, kepada detikINET, Rabu (17/3/2010).

Menurut dia, perbaikan tersebut merupakan imbauan dari Sony AK dalam pertemuan bersama Sony Corp Jepang yang berlangsung di Hotel Shangrila, kemarin. Untuk menunjukkan keseriusan mediasinya, Sony Indonesia juga turut menghadirkan Presiden Direkturnya, Koji Wakaizumi.

"Kami banyak mendapat masukan dari mas Sony AK saat itu. Sudah ada diskusi tentang poin-poin apa saja yang bisa di-keep oleh Sony AK dan apa saja yang
harus diubah dan dilakukan perbaikan," kata Rini.

Kedatangan perwakilan Sony Corp ini demi menjernihkan masalah yang bisa berimbas pada buruknya citra produk elektronik Sony di Indonesia. Kasus ini bermula
ketika Sony Arianto Kurniawan (sony-ak.com) disomasi oleh kuasa hukum Sony Corp lantaran nama "Sony" yang melekat di situs pribadinya.

Sony AK yang menjadi korban pun dihadapkan oleh kuasa hukum Sony Corp dengan dua pilihan sulit: melepas nama "Sony" atau diseret ke meja hijau. Namun Sony AK memilih untuk bertahan. Ia tidak sendirian, banyak pihak yang mendukung dia, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Kasus sengketa nama domain ini pun bergulir cepat bak bola salju, ketika para sahabat Sony AK membuat sebuah grup penggalang dukungan di Facebook dengan nama: "Sony, Jangan Renggut Nama Temanku!". Sejauh ini sudah lebih 14 ribu yang mendukung lewat grup itu.

Selain ancaman somasi balik terhadap Sony Corp, raksasa elektronik itu juga semakin tertekan dengan ancaman boikot atas produk-produknya. Seruan untuk memboikot produk Sony pun mulai ramai disuarakan di Twitter dan Facebook melalui berbagai grup di situs jejaring itu.

"Itu sebabnya kami segera mengambil langkah pertemuan. Diskusi antara Sony Corp dan Sony AK berlangsung sangat kooperatif," tandas Rini selaku juru bicara  Sony Indonesia.
( rou / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel