detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO pramana putra  ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
  • PRO pramana putra  ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
29%   71% 

Selengkapnya


Senin, 15/03/2010 16:23 WIB

Teknologi Ponsel Bantu Bos Lacak Gerak-gerik Karyawan
Fransiska Ari Wahyu - detikinet


ilustrasi (ist)

Jakarta - Sebuah raksasa ponsel Jepang mengembangkan teknologi yang memungkinkan para bos mengawasi setiap gerak-gerik anak buahnya. Bahkan gerakan sekecil apapun yang dilakukan karyawan diklaim bisa terlacak.

Cara kerja teknologi yang dikembangkan KDDI Corporation ini dengan menganalisa accelerometer pada handset menggunakan software analisa. Alhasil berbagai gerakan yang dilakukan karyawan seperti berjalan, naik tangga, bersih-bersih dapat terlacak.

Memang saat ini telah ada teknologi sensor gerak ponsel yang dapat mendeteksi gerakan, tapi tidak sedetail sistem yang dikembangkan oleh KDDI.

Sasaran dari teknologi ini adalah para bos seperti manager, mandor, atau agen pekerja. Dikutip detikINET dari BBC, Senin (15/3/2010), tujuan pengembangan teknologi ini adalah untuk mengefisienkan kerja karyawan serta mempermudah para bos dalam mengevaluasi performa anak buahnya.

Namun, kemunculan teknologi ini mengundang kritik dari seorang pengacara hak asasi manusia, Kazuo Hizumi.

"Ini memperlakukan manusia seperti mesin, seolah-olah karyawan adalah ternak yang perlu diawasi secara ketat," kritik Kazuo.

"Semestinya teknologi baru bertujuan untuk meningkatkan kehidupan kita, bukan untuk mematai-matai," lanjut Kazuo.

Sementara itu Hiroyuki Yokoyama, kepala penelitian data di KDDI berusaha meyakinkan bahwa teknologi ini tidak bermaksud melukai hak asasi karyawan.

"Tentu tetap ada hak asasi dan setiap bos hendaknya membuat perjanjian dengan para karyawan sebelum menggunakan sistem ini," tandas Yokoyama.

Saat ini sejumlah profesi di Jepang pun telah diawasi dengan GPS ponsel. Misalnya sopir truk atau para sales produk. ( faw / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel