detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA m203040t  ″iphone di luar lebih murah.... soalnya ongkir nya mahal disini sama dibundle telkomsetan ma extra lebay wkwkwk cari aja dipasaran cm 6jutaan.. ″
  • PRO suryanto-reckitt  ″iphone adalah iphone,,^!!.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Minggu, 14/03/2010 14:00 WIB

Google Hampir Pasti Tutup Situsnya di China
Fransiska Ari Wahyu - detikinet


Google (Reuters)

Jakarta - Sepertinya ancaman Google untuk hengkang dari China bukan sekadar gertak sambal. Setelah pembicaraan dengan pemerintah China perihal sensor Google menemui jalan buntu, raksasa mesin pencari ini hampir 100 persen yakin untuk menutup mesin pencarinya di Negeri Tirai Bambu.

Menurut sumber dekat Google yang dikutip Financial Times, Google telah menyusun rencana detail untuk menutup mesin pencarinya di China. Keputusan final akan dibuat sesegera mungkin.

Kabar penutupan ini menyeruak setelah Chief Executive Google, Eric Schmidt, berjanji akan mengumumkan sesegera mungkin hasil pembicaraan Google dengan otoritas China perihal sensor untuk mesin pencari mereka.

Retaknya hubungan Google dengan China ini bermula Januari lalu, ketika akun email Google dihantam serangan maya yang disinyalir dilakukan oleh cracker China.

Menurut investigasi dari Google, serangan itu ditujukan untuk melacak pergerakan aktivitis hak asasi manusia di seluruh dunia yang memakai layanan e-mail mereka. Google pun merajuk dan mengancam akan hengkang dari China jika harus menyensor hasil pencarian di mesin pencarinya.

Namun, rupanya China tidak gentar dengan ancaman Google. Pemerintah China bahkan menegaskan bahwa semua perusahaan asing yang 'mengadu nasib' di China harus patuh dengan hukum mereka, tak terkecuali Google.

"Kalau Anda tidak menghormati hukum China, Anda tidak bersahabat dan tidak bertanggung jawab. Konsekuensinya, tanggung sendiri," tandas Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Li Yizhong, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (14/3/2010).

( faw / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel