Berita Lain
-
Jumat, 27/08/2010 14:33 WIB
Dell-HP Masih Bergelut Dalam 'Perang' -
Jumat, 27/08/2010 10:29 WIB
Indosat Hadapi Utang Jatuh Tempo Rp 2,181 Triliun di 2011 -
Jumat, 27/08/2010 07:33 WIB
BlackBerry Tantang Aplikasi iPhone dan Android -
Kamis, 26/08/2010 12:03 WIB
Harga Saham Facebook Bisa Kalahkan Google -
Rabu, 25/08/2010 18:18 WIB
Duet Yahoo-Bing Berniat Tumbangkan Google -
Rabu, 25/08/2010 11:23 WIB
Microsoft: Kami Menyukai Open Source
Indeks Berita
detikInet's Community
Rabu, 10/03/2010 20:01 WIB
Pendapatan Datacraft di Indonesia Tembus Rp 620 Miliar
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Datacraft (ist)
Menurut Presiden Direktur PT Datacraft Indonesia Bambang Patrap Yakin, pencapaian yang diraih perwakilan Indonesia menyumbang kontribusi hampir sepersepuluh dari total revenue Datacraft di regional Asia.
"Secara global, Datacraft membukukan revenue sekitar US$ 4,5 miliar, sementara di Asia kurang lebih US$ 750 juta. Datacraft Indonesia menyumbang kira-kira 9% untuk Asia," papar Bambang dalam keterangannya tentang penerapan teknologi Cloud Computing, di Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Supaya bisa terus menambah pendapatannya, Datacraft akan mengandalkan solusi teknologi Cloud Computing yang akan ditawarkan kepada sekitar 300 kliennya yang ada di Indonesia.
Untuk menerapkan teknologi tersebut, perusahaan ini juga menghadirkan tiga solusi pendukung, yakni teknologi data center server dan storage, security, dan performance optimization.
Dengan tiga solusi ini, teknologi cloud computing memungkinkan semua layanan, aplikasi, dan data terpusat di data center yang bisa diakses mudah melalui Internet ataupun intranet. Sehingga teknologi ini mampu menurunkan beban operasional perusahaan.
"Di Singapura, salah satu klien kami di BUMN sana bisa menghemat total cost ownership selama tiga tahun hingga US$ 487 ribu atau setara Rp 4,46 miliar," kata Bambang berpromosi.
Sebab, perusahaan itu tidak perlu membayar penuh untuk lisensi, software dan hardware. Ketiga unsur ini telah ditangani oleh perusahaan penyedia teknologi cloud computing yang menyediakan infrastruktur, layanan, dan piranti.
Pelanggan Cloud bisa dibilang hampir tidak mengeluarkan biaya untuk belanja hardware. Serta tidak memerlukan alokasi dana untuk software maintenance. Meski demikian, tentu saja ada biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk mengadopsi teknologi ini.
"Biayanya beragam, tergantung skala perusahaan. Ada yang mulai dari US$ 15 ribu sampai ratusan ribu dolar," ungkapnya.
Dalam menyediakan solusi teknologinya, termasuk Cloud Computing, Datacraft bisa dibilang mirip 'penjahit baju' yang mengkombinasikan teknologi beberapa perusahaan ternama yang menjadi mitranya.
Perusahaan itu antara lain Cisco untuk solusi server, EMC untuk solusi backup dan restore data, Riverbed sebagai WAN accelerator, F5 untuk application delivery, Bluecoat sebagai WAN optimization, Tipping Point di sisi sekuriti, serta APC sebagai salah satu penyedia fasilitas data center.
( rou / wsh )
Dapatkan berita daerah, gossip & olahraga diHandphone Nokia dengan mengaktifkan layanan Nokia Life Tools
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (5 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).








---125x125.gif)
