Berita Terbaru
-
Selasa, 07/02/2012 15:13 WIB
BRTI Rilis Nama CP 'Pencuri Pulsa' -
Senin, 06/02/2012 17:03 WIB
Pengguna e-Money Diproyeksi Tumbuh Jadi 12 Juta -
Senin, 06/02/2012 12:03 WIB
Penyalahgunaan Frekuensi 3G
Menkominfo Yakinkan Kejagung IM2 Tak Bersalah -
Senin, 06/02/2012 07:45 WIB
Indosat Dorong UKM Manfaatkan Internet -
Jumat, 03/02/2012 17:14 WIB
Kualitas Telepon Jeblok, Laporkan Saja! -
Jumat, 03/02/2012 16:50 WIB
BRTI Curiga, Telepon Jeblok Dipicu Vendor Nakal
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Selasa, 07/02/2012 14:30 WIB
Inilah 8 Sosok Bertalenta di Dunia Teknologi
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA Muhammad Iqbal Annur ″JELAS MAHAL LAH HANDPHONE GA DIBAWA MATI MENDING BUAT AMAL BUAT KEPERLUAN ? MASIH BANYAK UNTUK KELAS RAKYAT.. ″
- KONTRA Wemphy ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
26%
74%
Selengkapnya
SMS Interkoneksi Bisa Rugikan Pelanggan
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
sms (ist)
Penolakan skema dengan biaya interkoneksi ini mayoritas disuarakan oleh operator dengan jumlah pelanggan tak lebih dari 10 juta, seperti Bakrie Telecom, Mobile-8 Telecom, dan Smart Telecom.
Menurut Direktur Layanan Korporat Bakrie Telecom, Rakhmat Junaidi, penerapan biaya interkoneksi berpotensi mengganggu kenyamanan pelanggan yang selama ini telah terbiasa dengan penawaran yang diberikan.
"Yang mesti dicermati adalah bila cost based diterapkan dan membuat tarif ritel terpaksa naik, tentu ini merugikan pelanggan. Dampak seperti ini harus diperhitungkan regulator," jelasnya kepada detikINET, Senin (8/3/2010).
Sementara menurut Merza Fachys, Direktur Utama Mobile-8, peralihan dari skema sender keep all (SKA) menjadi skema interkoneksi biaya, akan semakin memberatkan pengeluaran operator kecil.
"Jelas kami memilih SKA. Kalau berubah ke cost based, kami pemain kecil nanti masih harus tambah lagi fasilitas di jaringan buat menghitung interkoneksi SMS," tegas bos perusahaan telekomunikasi yang kini sejalan dengan Smart Telecom.
"Selain itu, kami juga harus mengeluarkan biaya tambahan buat kliring yang dihitung per CDR (call data record). Ditambah lagi dalam settlement interkoneksi, kami selalu yang bayar lebih. Buntutnya cost kami yang kecil malah naik, sementara yang besar pendapatannya semakin naik," keluh Merza lebih lanjut.
Keluhan yang sama juga disuarakan Guntur Siboro, Chief Marketing Officer Indosat. "Untuk interkoneksi perlu dipersiapkan platform-nya. Harus dibicarakan time frame dan beban investasinya. Dianalisa dulu supaya nantinya tidak membebani pelanggan."
Seperti diketahui, masalah penerapan SMS interkoneksi ini dipicu oleh Telkomsel yang tidak puas dengan pola penagihan SKA. Sebagai operator dengan jumlah pelanggan terbanyak, Telkomsel merasa dibebani jaringannya.
Sebab dengan SKA, keuntungan diambil semuanya oleh operator pengirim. Sedangkan jika berbasis interkoneksi, operator bisa revenue sharing alias bagi hasil antara operator pengirim dan penerima.
"Saya berdoa, mudah-mudahan nasib kami-kami yang kecil ini, yang lebih diperhatikan dari pada hanya melerai pertikaian yang besar-besar," harap Merza.
Operator lainnya, meski tak secara tegas menolak pola interkoneksi cost based, namun mereka mengindikasikan lebih memilih untuk bertahan dengan pola penagihan berbasis SKA.
"Axis akan comply dengan ketentuan yang ditetapkan regulator," kata Head of Corporate Communication Natrindo Telepon Seluler, Anita Avianty.
"XL juga akan mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah. Saat ini yang sudah ditetapkan adalah SKA, jadi kita mengikuti sistem yang berlaku," sahut Febriati Nadira, Head of Corporate Communication XL Axiata. ( rou / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Rabu, 08/02/2012 11:29
Mengintip Tes Daya Tahan yang Dijalani BlackBerry - Rabu, 08/02/2012 11:50
Google Chrome Akhirnya Mendarat di Android - Rabu, 08/02/2012 10:50
4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah' - Selasa, 07/02/2012 16:04
Hati-hati dengan 'Dompet' BlackBerry 9900 - Rabu, 08/02/2012 12:23
BBS, 'Leluhurnya' Internet
Komentar Terpopuler
- Rabu, 01/02/2012 14:37 WIB
Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? - Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Rabu, 01/02/2012 13:14 WIB
6 Alasan Pebisnis Tinggalkan BlackBerry
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Gara-gara 2 Guru Cabul, Semua Guru & Staf SD Los Angeles Diganti!
- Sambil Menangis, Ketua MA Hatta Ali Paparkan Program 100 Hari





Sending your message


---125x125.gif)
