Berita Terbaru
-
Jumat, 10/02/2012 09:22 WIB
Awas! Jebakan Diskon Hari Valentine -
Rabu, 08/02/2012 18:45 WIB
Heboh, Facebook Kabarkan Perang Dunia Ketiga -
Minggu, 05/02/2012 10:35 WIB
Arab Saudi Sarang Spam, Belanda Target Utama Phising -
Sabtu, 04/02/2012 17:10 WIB
Menelisik Cara Kerja Android.Counterclank -
Sabtu, 04/02/2012 12:15 WIB
Anonymous Umbar Perbincangan Rahasia FBI -
Sabtu, 04/02/2012 08:57 WIB
Benarkah Android.Counterclank Berbahaya?
Indeks Berita
Forum I-Net
Pro Kontra
- KONTRA totok.dtk ″Masalah harga bukan soal pantas atow kagak, itu mekanisme pasar, gueh yakin yg mampu beli dan nggak ngomongnye beda, penjual nya tentu bilangnya lain.. ″
- KONTRA Thoni Master Idea ″Itulah membuat IPHONE tidak terlalu Eksis di indonesia ini di banding blackberry dan samsung... Masalah pasti di harga... hidup android..!!!.. ″
27%
73%
Selengkapnya
Lewat Ramalan Cuaca, Ribuan iPhone dan Android Dibobol
Wicak Hidayat - detikinet
Screenshot WeatherFist di SlideMe
Hal itu merupakan hasil eksperimen yang dilakukan dua peneliti, Derek Brown dan Daniel Tijerina, seperti diungkapkan keduanya dalam RSA Conference 2010. Seperti dikutip detikINET dari DarkReading, Senin (8/3/2010), keduanya mengaku berhasil mencuri data dari hampir 8.000 ponsel.
Ponsel yang jadi korban duet peneliti dari Digital Vaccine Group ini terdiri dari pengguna iPhone versi jailbreak dan juga ponsel yang menjalankan sistem operasi Android. Mereka berhasil mencuri data-data para korban, termasuk koordinat GPS dan nomor telepon.
Kedua peneliti membuat sebuah aplikasi ponsel bernama WeatherFist, yang menampilkan ramalan cuaca. Data ramalan cuaca diambil dari situs Weather Underground.
Aplikasi itu kemudian dikirimkan pada dua tempat download aplikasi yang sering digunakan pengguna iPhone versi jailbreak dan pengguna ponsel Android. Dalam waktu satu jam, aplikasi di situs SlideME dan ModMyI itu meraup 126 unduhan, jumlahnya melonjak hingga 1.862 dalam waktu 24 jam saja.
Namun para peneliti mengaku tak berusaha memasukkan aplikasi itu ke App Store-nya Apple maupun Android Market-nya Google. Baik App Store maupun Android Market disebut memiliki pembatasan dan penyaringan yang diduga akan mampu menghalangi aplikasi mereka.
Para peneliti itu juga telah membuat aplikasi bernama WeatherFistBadMonkey. Nah, aplikasi ini merupakan versi jahat dari WeatherFist yang mencuri informasi seperti buku alamat, cookies, alamat fisik dan mengirimkan spam.
Untungnya, Brown dan Tijerina tak berniat sama sekali untuk melepaskan versi BadMonkey ini ke publik. "Tak akan ada orang lain yang mendapatkan aplikasi ini," ujar Tijerina.
Penelitian ini merupakan cara untuk membuktikan adanya potensi aplikasi jahat pada ponsel cerdas generasi terbaru. Menurut para peneliti, aplikasi semacam itu bisa saja membuka file dalam ponsel, mengakses akun Twitter atau Facebook dan juga mencuri password.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Sabtu, 11/02/2012 11:40
Filter & Fitur Anyar di Instagram Versi Terbaru - Jumat, 10/02/2012 17:17
LG: BlackBerry Hanya Mengandalkan BBM - Sabtu, 11/02/2012 15:58
Aplikasi Gratis untuk Komunikasi via iPad - Sabtu, 11/02/2012 16:57
Indonesia Bisa Jadi Pusat Bisnis e-Commerce Global - Sabtu, 11/02/2012 14:32
'Perang Tarif Usai, Saatnya Perang Kualitas'
Komentar Terpopuler
- Jumat, 10/02/2012 17:17 WIB
LG: BlackBerry Hanya Mengandalkan BBM - Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone - Selasa, 07/02/2012 14:58 WIB
Ini Dia Ponsel yang Paling Kuat di Suhu Beku
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Maut di RS Paru Diambil Keluarga
- Kaji Pasal Pembunuhan untuk Sopir Karunia Bhakti, Polisi Gelar Perkara






Sending your message


---125x125.gif)
