detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Bjodjojo Séptìäñö Lìü  ″Gak pantas banget.. ″
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Senin, 08/03/2010 12:37 WIB

Meraup Untung dari Anak yang Merajuk
Andrian Fauzi - detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Kalangan anak-anak rupanya memiliki daya tarik tersendiri bagi pasar telekomunikasi. Meski belum bisa menghasilkan uang sendiri, namun anak-anak mampu mempengaruhi orang tua. Pelanggan jenis ini juga merupakan pasar yang loyal.

Fenomena inilah yang membuat sejumlah operator turut membidik anak-anak sebagai target sasaran bisnisnya. Salah satunya Telkomsel yang semakin getol menggarap pasar anak sekolah.

"Orang tua mana pun pasti akan memenuhi apa yang diinginkan anaknya. Anak bisa mempengaruhi orang tua dalam menentukan sesuatu. Termasuk juga untuk belanja," papar GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Jabar, Tb Daniel Azhari saat berbicang dengan detikINET.

Kondisi ini, menurut Daniel, sudah dicium oleh pelaku bisnis yang lainnya, bukan hanya sektor telekomunikasi. "Menurut hasil survei salah satu lembaga, potensi belanja terbesar di anak sekolah dan remaja. Meraka menjadi salah satu prospek pelaku bisnis. Semua pelaku industri, bukan saja dari sektor telekomunikasi sudah menyasar pasar ini," katanya.

Tak hanya itu, Daniel juga mengungkapkan bahwa ARPU dari segmen anak sekolah terbilang lebih tinggi ketimbang pasar reguler. Di samping itu juga churn rate dari komunitas anak sekolah cenderung lebih kecil.

"Data kami menunjukan ARPU dari Kartu AS yang selama ini kebanyakan adalah untuk komunitas anak sekolah adalah berkisar Rp 30-36 ribu. Jauh jika dibandingkan dengan ARPU pelanggan reguler yang hanya berkisar Rp 28-30 ribu," katanya.

Saat ini jumlah anggota dari Telkomsel School Community Jabar telah mencapai 1,4 juta anggota. "Trennya semakin meningkat. Karena kita kemas program promonya sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.

Daniel berkeyakinan pendorang ARPU tinggi di kalangan anak sekolah karena tren akses broadband yang semakin tinggi. Facebook dan chatting menjadi tujuan para pengakses.

"Trennya saat ini akses data. Saya yakin ini yang mendongkrak pertumbuhan ARPU di komunitas anak sekolah. Dari trafik juga terlihat pertumbuhan pengguna
broadband semakin tinggi," tandasnya.

( afz / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel