detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA totok.dtk  ″Masalah harga bukan soal pantas atow kagak, itu mekanisme pasar, gueh yakin yg mampu beli dan nggak ngomongnye beda, penjual nya tentu bilangnya lain.. ″
  • KONTRA Thoni Master Idea  ″Itulah membuat IPHONE tidak terlalu Eksis di indonesia ini di banding blackberry dan samsung... Masalah pasti di harga... hidup android..!!!.. ″
27%   73% 

Selengkapnya


Senin, 08/03/2010 11:43 WIB

Program Rp 1 Miliar BlackBerry Jaring PIN Kloningan?
Ardhi Suryadhi - detikinet


BlackBerry Onyx (ash/inet)

Jakarta - Research in Motion baru saja meluncurkan program 'Jadilah Miliarder BlackBerry' dengan iming-iming hadiah Rp 1 miliar di Indonesia. Namun ada kekhawatiran yang muncul dari program menggiurkan ini, yakni untuk menjaring PIN kloningan.

Seperti diketahui, untuk mengikuti program tersebut pengguna BlackBerry harus melakukan registrasi serta mendaftarkan nomor PIN dan IMEI mereka.

Tentu bagi pengguna yang membeli handset BlackBerry di partner resmi RIM hal ini bukan suatu masalah, namun bagaimana bagi mereka yang membeli handset BlackBerry di toko-toko antah berantah?

Pasalnya, bisa saja pengguna tersebut tidak menyadari mengenai kesahihan PIN di BlackBerry-nya tersebut. Dianggapnya tidak membeli di pasar gelap, jadi seluruh isi BlackBerry-nya itu pun dianggap legal semua.

Padahal bisa saja, PIN yang disuntikkan di handset mereka itu hasil kloningan alias PIN buatan pihak lain -- bukan RIM -- yang bisa jadi sama atau sudah dimiliki oleh perangkat BlackBerry resmi lain.

"Nah, saya kan gak tahu nih PIN saya asli atau kloningan? Terus bagaimana jika ternyata itu kloningan tapi saya sudah terlanjur ikut program Rp 1 miliar-nya BlackBerry? Apakah nanti PIN saya bakal kena suspend?" tanya seorang pengguna BlackBerry kepada detikINET, Senin (8/3/2010).

Kekhawatiran pengguna BlackBerry yang tidak mau disebutkan namanya itu beralasan. Sebab bisa saja program yang katanya ingin mencari miliarder BlackBerry ini memiliki misi khusus untuk menjaring PIN kloningan yang memang masih wara-wiri di Indonesia.

Lalu bagaimana setelah itu? Bisa saja terjadi seperti yang dikhawatirkan pengguna tadi. PIN kloningan yang terjaring langsung 'dilumpuhkan' karena dianggap ilegal.

DetikINET sendiri sudah coba meminta klarifikasi ke perusahaan asal Kanada itu. Namun hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan jawaban. ( ash / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel