detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Muhammad Iqbal Annur  ″JELAS MAHAL LAH HANDPHONE GA DIBAWA MATI MENDING BUAT AMAL BUAT KEPERLUAN ? MASIH BANYAK UNTUK KELAS RAKYAT.. ″
  • KONTRA Wemphy  ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
26%   74% 

Selengkapnya


Jumat, 12/02/2010 10:30 WIB

Dampak Negatif Pecandu Pornografi Online
Fino Yurio Kristo - detikinet


Ilustrasi (diolah/Inet)

Sydney - Seberapa banyak orang yang gemar pornografi online sukar ditentukan jumlahnya. Namun sebuah studi di Australia oleh University of Sydney mengklaim, sekitar 70 persen pria dan 30 persen wanita gemar melihat kemesuman di dunia maya.

Tentunya aktivitas melihat konten porno online mempunyai beberapa dampak negatif. Apalagi kalau levelnya sudah mencapai taraf ketagihan. Bahkan menurut peneliti, saat ini ada orang yang tahan melihat porno dalam waktu berjam-jam.

"Melihat konten porno bakal jadi masalah besar jika orang jadi begitu asyik melihatnya selama 16 sampai 18 jam sehari tanpa melakukan hal lain, dengan dampak serius terhadap relasi, pekerjaan, studi dan keuangan," ucap Dr Gomathi Sithartan, pemimpin studi itu.

Para periset ini menyimpulkan, melihat konten porno secara berlebihan bisa merusak hubungan keluarga, menimbulkan kecemasan dan memicu depresi. Namun para pecandu porno sulit sembuh karena persoalannya memang sensitif sehingga mereka mungkin malu dengan kondisinya.

Memang jumlah pecandu yang menghubungi pusat konselor untuk mencari bantuan terus meningkat. Namun kebanyakan dari mereka baru mau mengaku ketagihan porno setelah beberapa kali konseling.

Dan tidak hanya golongan tertentu saja yang berpotensi jadi pecandu porno. "Kecanduan melanda semua kalangan, dari dokter, pengacara bahkan juga pemuka agama," ungkap Dr Sithartan.

Dikutip detikiNET dari Sheppnews, Jumat (12/2/2010), Dr Sithartan dan timnya sedang berupaya menemukan solusi yang tepat untuk mengobati para pecandu konten porno tersebut. ( fyk / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel