detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Mayka Phy  ″Yaaaa itu harga yg pantas, krn smuanya serba bisa hanya dg satu pegangan!!!i like it eveeer? Muuuuaaasch iphone.. ″
  • KONTRA sariefbendjeh  ″kalo ane sih mending beli hh laen soalnya harganya tinggi banget..kalo ga mending buat beli bakso bisa salekalian grobagnya..ckckk.. ″
26%   74% 

Selengkapnya


Rabu, 10/02/2010 13:50 WIB

Cube Colossus Berawal dari Game Anak SMA
Wicak Hidayat - detikinet


Screenshot Cube Colossus

Jakarta - Cube Colossus adalah game karya anak negeri yang berhasil menjadi tiga besar di ajang The Mochis, sebuah penghargaan bagi game berbasis flash terbaik dunia dalam Flash Game Summit 2010. Menurut penuturan pembuatnya, game ini ternyata berawal dari game anak SMA.

Hal itu dikemukakan Wimindra Lee, salah satu pengembang di studio Lucidrine yang berada di balik game Cube Colossus. Kepada detikINET, Rabu (10/2/2009), Lee menuturkan bahwa game itu berawal dari sebuah game karya anak SMA di tahun 2008.

Ketika itu, ujar Lee, dirinya melihat seorang anak SMA bernama Fandrey yang membuat game dengan judul Voidgale. Seluruh unsur dalam game itu, lanjut Lee, dibuat oleh Fandrey sendiri mulai dari grafis hingga pemrograman Flash-nya.

Tertarik dengan hal itu, Lee pun mengajak Fandrey bergabung dalam Lucidrine. Awalnya, mereka membuat game sederhana bernama 'Cube Cube Panic' yang menampilkan aksi pesawat melawan kubus (cube) raksasa.

"Dalam development-nya konsep berkembang jauh dari initial design. Karena terlalu lama waktu develop-nya dan kesibukan masing-masing, kami terkena sindrom burned out (jenuh) dan proyek ini sempat terbengkalai," tuturnya.

Nah, di tahun 2009, tim Lucidrine memutuskan untuk kembali menggarap game tersebut bertepatan dengan libur sekolah Fandrey. Pada Agustus 2009 lahirlah game Cube Colossus.

Ternyata, papar Lee, game itu disambut baik oleh komunitas gamer dunia. JayIsGames, situs pengulas game flash ternama, pun mengulas game tersebut dan memberikan pujiannya. Komunitas di portal-portal game flash seperti Kongregate dan NewGrounds pun menyambut Cube Colossus dengan baik.

Sebagai finalis, tim Lucidrine pun sebenarnya mendapatkan undangan untuk menghadiri ajang The Mochis dalam Flash Gaming Summit 2010. "Namun karena tempatnya di San Francisco dan terlalu mahal untuk ke sana, kami memutuskan untuk meminta teman kami yang ada di sana untuk menggantikan," ia menandaskan.

Ingin menunjukkan dukungan pada karya kreatif ini? The Mochis juga memberi kesempatan pengguna internet untuk memilih di kategori People's Choice Award. Kunjungi situs Flash Gaming Summit 2010 untuk menyampaikan pilihan Anda. ( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel