detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Aio Wa  ″Wahhh.gak pantes tu dihargai segitu,,, iPhone hanya cocok buat wong tuwek yg gaptek n sibuk dgn gengsi N bisnisnya,,tetangga w yg gak lebih kaya dari.. ″
  • KONTRA Boeing Hidayat   ″Sebenernya kalah jauh jika dibandingkan dgn samsung galaxy S2 kamera kalah layar kalah ma samsung.pantas saja penjualan di 2011 kalah ma S2..cuma.. ″
27%   73% 

Selengkapnya


Kamis, 04/02/2010 08:56 WIB

Mafia Dunia Maya Makin Terorganisir
Ardhi Suryadhi - detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Penyebar virus, spam, cracker dan pelaku kejahatan cyber lainnya sebelumnya mungkin lebih sering bergerak sendiri-sendiri. Namun belakangan, kiprah mafia dunia maya ini makin terorganisir dengan memiliki tugas yang jelas.

Dijelaskan Eugene Kaspersky, CEO perusahaan antivirus Kaspersky Labs, aktivitas kejahatan cyber ini bahkan sudah seperti industri. Dalam sebuah grup mereka memiliki spesialisasi masing-masing, seperti ada orang khusus untuk membuat malware (program jahat) dan ada yang bertugas menyebarkannya.

Bahkan, dikutip detikINET dari Timesliv, Kamis (4/2/2010), ada beberapa grup memiliki situs khusus dan menyediakan dukungan teknis.

"Seperti mafia di zaman modern? Ya. Saya khawatir mereka semakin terorganisir," kata Eugene ketika berbicara di konferensi kemanan internet yang berlangsung di Moskow, Rusia.

Menurut data Kaspersky Labs, di rentang tahun 1992 hingga 2007 ada sekitar 2 juta jenis malware yang terdeteksi. Namun yang mengejutkan, ketika tahun 2008, malware yang tercatat wara-wiri jumlahnya melonjak jauh. Yakni sampai 15 juta malware hanya untuk satu tahun. Sementara pada 2009 berada di kisaran 33,9 juta.

Lonjakan yang sangat tinggi bukan? Tak ayal, perusahaan antivirus asal Rusia ini berani memproyeksikan bahwa 1 dari 150 situs yang beredar itu sudah terinfeksi program jahat. 

"Kejahatan internet saat ini sudah semakin canggih dan salah satunya dimulai di Rusia," imbuh Alexander Gostev, Direktur Kaspersky Global Research.
( ash / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel