detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
  • KONTRA Dhyän Nuryadin  ″jiahhh jelas mahal lahhh....siri could...... klbhn yang pasti jrng d gnkn..... yg ada cuma gengsinya tinggi....klw d tenteng d tmpt rame banggax.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Jumat, 22/01/2010 13:13 WIB

Satelit Telkom-3 Mengangkasa Agustus 2011
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


Ilustrasi (ist)

Jakarta - Satelit Telkom-3 dijadwalkan meluncur dari landasan pacu Rusia, Agustus 2011 mendatang. Menghabiskan dana US$ 200 juta, satelit dengan 48 transponder ini akan mengorbit di slot 180 derajat bujur timur.

"Telkom-3 akan menggantikan satelit Telkom-2," ujar VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, kepada detikINET di Jakarta, Jumat (22/1/2010).

Dijelaskan oleh Eddy, Telkom-3 menggunakan perangkat milik vendor satelit ISS Reshetnev dari Rusia. "Investasinya sekitar US$ 200 juta, sudah termasuk asuransinya."

Dengan jumlah kapasitas 48 transponder, satelit Telkom-3 akan memiliki kemampuan standard C-Band yang mencakup Indonesia dan negara-negara ASEAN, Extended C-band untuk area Indonesia dan Malaysia, serta Ku-Band untuk Indonesia saja.

Dalam hal pengembangan satelit, Telkom juga mulai menjalin kerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk mempercepat alih teknologi satelit dari Rusia ke Indonesia.

Menurut Eddie, ruang lingkup kerja sama meliputi penyertaan personil LAPAN untuk ikut program Internship pada pabrik satelit Telkom-3 di Rusia.

"Rencananya, pada 30 Januari 2010 nanti, ada dua orang tenaga ahli LAPAN dan lima orang dari Telkom yang akan berangkat ke Zhelesnogorsk, Krasnoyarsky, Rusia untuk mengikuti internship selama 18 bulan," ujarnya.

Keikutsertaan tenaga ahli dari LAPAN, papar Eddy, dimungkinkan oleh salah satu lingkup pekerjaan yang tertera dalam kontrak pembelian satelit Telkom-3, antara Telkom dan Joint-Stock Company Academician M.F. Reshetnev ISS Rusia, tertanggal 2 Maret 2009.

"Keputusan Telkom untuk mengikutsertakan LAPAN dalam program internship satelit Telkom-3 ini merupakan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemampuan nasional khususnya di bidang penguasaan teknologi satelit dan luar angkasa," ucapnya.

"Harapan kami, akan semakin banyak SDM Indonesia yang andal di bidang persatelitan untuk menjadikan negeri ini berada sepenuhnya dalam kendali bangsa sendiri," tuntas Eddy. ( rou / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel