Berita Terbaru
-
Jumat, 03/02/2012 17:37 WIB
CEO Apple Galang Sumbangan USD 100 Juta -
Jumat, 03/02/2012 16:33 WIB
Menipu, Seorang Ibu Ngaku-ngaku Punya Saham Facebook -
Jumat, 03/02/2012 14:21 WIB
Guyonan Nuklir Bikin Samsung Terancam Boikot -
Jumat, 03/02/2012 14:04 WIB
Tiru Twitter, Google akan Sensor Blogger -
Jumat, 03/02/2012 13:37 WIB
9 Tips Agar Kicauan di Twitter Dilirik -
Jumat, 03/02/2012 13:03 WIB
Studi: 25% Postingan di Twitter Tak Layak Dibaca
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Jumat, 03/02/2012 14:38 WIB
Alamak, Postingan Facebook Dikomentari Sejuta Kali
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA Gunde Frendisia ″1 reason, exclusivity. Harga yg pantas, tp cb bandingin sm HH android dgn harga lbh murah, hardware yg \"mungkin\" lbh superior, fitur OS.. ″
- PRO maapgaptek ″Ga papalah harga tinggi, demi menjaga gengsi dan biar terlihat gaul.. duit duit gw ini. Dan yang paling penting gw bisa poto2an lewat instagram.. ″
19%
81%
Selengkapnya
Perlukah Kewarganegaraan di Internet?
Andrian Fauzi - detikinet
Ilustrasi (Inet)
"Apakah internet perlu punya kewargangaraan sendiri? Itu dulu pernah dibahas tentang pilar-pilar yang ada di masyarakat. Seperti pilar hukum, sosial, dan
agama. Lalu apakah perlu pilar internet?," tutur Budi Rahardjo, pakar telematika ITB saat berbincang dengan detikINET, Rabu (23/12/2009).
Menurut Budi, munculnya konsep orang yang ada di internet harus dikelompokkan atau diberikan identitas seperti kewarganegaraan karena dulu seolah antara dunia nyata dan dunia maya terpisahkan gaya hidupnya.
"Zaman dulu sekali, apa yang terjadi di dunia maya tidak terkait dunia nyata. Karena pengguna internet terbatas hanya akademisi dan peneliti semata. Termasuk kelompok elit lah karena terbatas sekali," ungkapnya.
Konsep kewarganegaraan, imbuh Budi, dianggap penting saat dunia 1.0. Ada perbedaan antara warga negara. Kemudian warga negara tidak menjadi penting lagi. Posisinya digantikan oleh perusahaan. Sekarang saat dunia 2.0, yang dianggap penting adalah individu.
"Setelah negara tidak penting, orang lebih mementingkan perusahaan tempat dirinya bekerja. Sekarang, dunia 2.0 yang penting adalah eksistensi diri. Bahkan majalah TIME sempat menobatkan 'person of the year is you'," terangnya.
Saat ini, orang lebih memikirkan membership. Budi mencontohkan Yahoo yang mempunyai anggota sampai ratusan juta orang. "Dengan angka ini jumlah member Yahoo lebih banyak dari sebuah negara. Jadi tidak perlulah kewarganegaraan di internet," katanya menutup pembicaraan.
( afz / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Sabtu, 04/02/2012 12:15
Anonymous Umbar Perbincangan Rahasia FBI - Sabtu, 04/02/2012 10:28
Mark Zuckerberg Bocorkan Desain Baru Facebook? - Jumat, 03/02/2012 09:01
Alamak, Postingan Facebook Dikomentari Sejuta Kali - Sabtu, 04/02/2012 08:57
Benarkah Android.Counterclank Berbahaya? - Jumat, 03/02/2012 18:51
Terancam Rugi Rp 26 Triliun, Sony Diprediksi Sulit Pulih
Komentar Terpopuler
- Rabu, 01/02/2012 14:37 WIB
Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? - Minggu, 29/01/2012 11:48 WIB
13 Aplikasi Android yang Mengandung Virus - Senin, 30/01/2012 16:47 WIB
iPhone yang Semakin Kencang - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Minggu, 29/01/2012 09:22 WIB
5 Juta Perangkat Android Terinfeksi Virus Counterclank
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel





Sending your message


---125x125.gif)
