detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO khairul umam  ″kualitas oke , uang berlebihan ..oke2 aja tuch harga segitu bagi yg mampu :D  bagi ane hp jadul udh syukur :D  asal bsa nlpon n sms :D  ckckckckk.. ″
  • KONTRA Usman Faki  ″ya..jelas kontra iphone dengan segudang fitur tp nggak semuanya bisa dipake di indo yang masih belum seluruhnya daerah dapat signal 3g sedangkan.. ″
27%   73% 

Selengkapnya


Senin, 21/12/2009 13:55 WIB

Dari Mesin Perkakas Menuju Teknopreneur Award
Ardhi Suryadhi - detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Teknopreneur Award 2009 yang telah sampai pada puncaknya akhirnya memunculkan PT Sarimas Ahmadi Pratama, sebuah perusahaan pembuatan mesin perkakas sebagai juara Teknopreneur Award 2009.

Sementara untuk Pemenang II berhasil diraih oleh PT Barelang Konsultindo Mandiri, disusul PT Sisfo Indonesia sebagai Pemenang III. Lalu, Juara Harapan I diraih oleh PT Veneta Indonesia, dan Juara Harapan II adalah PT Zamrud Khatulistiwa Technology.

Dasep Ahmadi, Pendiri PT Sarimas Ahmadi Pratama mengatakan, pihaknya sangat bangga bisa memenangkan Award ini. PT Sarimas Ahmadi Pratama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri mesin, terutama mesin otomotif. Pemenang I ini juga mengaku akan mengembangkan industri mesin di Indonesia terutama dalam hal teknologi.

"Award ini sebagai pemacu semangat bagi saya dan perusahaan untuk bisa mengembangkan bisnis teknologi ini jauh lebih baik," ungkap Dasep dalam keterangan tertulis yang dikutip detikINET, Senin (21/12/2009).

Ajang ini 2009 juga dihadiri oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring. Dalam sambutannya, Hatta mengatakan bahwa teknopreneur selalu diidentikkan dengan usaha kecil atau mikro, padahal seharusnya tidak seperti itu. Hatta menegaskan, yang harus dilakukan saat ini adalah open innovation. Inovasi, tambah dia, dulu memang dikembangkan oleh perusahaan besar, tapi sekarang sudah saatnya semua terbuka, inovasi juga milik perusahaan mikro atau kecil.

Menurut Hatta, banyak penemuan di perguruan tinggi saat ini yang berhenti pada tahap invention. Untuk menjadi teknopreneur, katanya, juga diperlukan inovasi. "Kita harus terus mendukung dan mengembangkan teknopreneur," jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Tifatul Sembiring juga menekankan tentang kreatifitas dalam masyarakat. Menurutnya, kreatifitas terdiri dari tiga hal: baru, beda, dan bermanfaat. 

"Seluruh teknopreneur Indonesia, jadilah kita petarung, jangan jadi pecundang yang dipukul jatuh dan tidak bangkit," tegas Tifatul Sembiring saat memberikan pidato kunci dalam malam penganugerahan.

Acara yang diadakan oleh Teknopreneur Indonesia, Ikatan Alumni ITB, dan Tekno Ventura ini juga dihadiri oleh para pelaku bisnis teknologi di Indonesia. Amir Sambodo, selaku dewan juri dan perwakilan alumni ITB juga memberikan apresiasi bagi para teknopreneur di Indonesia saat ini.

"Banyak bakat yang muncul dari para teknopreneur, kekurangannya adalah model bisnis. Ini merupakan tantangan bagi para pebisnis pemula," ungkap Amir Sambodo. Menurutnya, masa depan Indonesia terletak pada para teknopreneur di Indonesia.

Penganugerahan Teknopreneur Award 2009 ini merupakan tahun kedua. Dari 58 peserta yang mengikuti Teknorpeneur Award tahun ini. Setelah itu, perusahaan-perusahaan tersebut melewati tahap penjurian hingga terpilih lima finalis.


( ash / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel