detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Gunde Frendisia  ″1 reason, exclusivity. Harga yg pantas, tp cb bandingin sm HH android dgn harga lbh murah, hardware yg \"mungkin\" lbh superior, fitur OS.. ″
  • PRO maapgaptek  ″Ga papalah harga tinggi, demi menjaga gengsi dan biar terlihat gaul.. duit duit gw ini. Dan yang paling penting gw bisa poto2an lewat instagram.. ″
19%   81% 

Selengkapnya


Minggu, 20/12/2009 13:18 WIB

Di Bandung Marak ISP 'Spanyol'
Andrian Fauzi - detikinet


Ilustrasi (inet)

Bandung - Di Bandung marak Internet Service Provider (ISP) 'spanyol' (separuh nyolong). Akibatnya banyak pelanggan internet yang berpindah ke ISP 'spanyol' tersebut. Tarif yang lebih murah menjadi daya tariknya.

Hal ini diungkapkan oleh Vivi Mariska, Vice President Marketing dan Promosi PT Melvar Lintasnusa (Melsa) saat berbincang dengan detikINET. Menurutnya dengan maraknya ISP 'spanyol' banyak pelanggannya yang berpaling. Munculnya ISP-ISP ilegal tersebut membuat pelanggannya tergerus sebanyak 20-50 persen.

"Mulai marak 2 tahun belakangan ini. Saat ini sih sudah tidak sebanyak dulu yang bisa menggerus pelanggan kami sampai 50 persen. Sekarang paling cuma 20 persenan," paparnya.

Disinggung mengenai berapa banyak ISP 'spanyol' tersebut, Vivi mengaku tidak mengetahuinya secara detail. Dirinya mengetahui berdasarkan informasi dari pelanggannya yang ditawari bandwith oleh mereka.

"Data pastinya kita tidak tahu. Tapi kita tahu dari customer kita yang ditawarin. Dalihnya sih dari RT/RW net. Tapi itu kan biasanya di perumahan, tapi mereka justru menawarkan ke perusahaan-perusahaan," ungkapnya.

Pelanggan korporat di sini menurut Vivi termasuk juga adalah warnet dan wargame yang populasinya lebih dari 500 di Kota Bandung. Kebanyakan dari mereka menggunakan ISP yang tidak berbadan hukum.

"Kalau seperti kita, yang berbadan hukum, jelas ada investasi yang ditanamkan. Dan itu harus bisa kembali. Mereka (ISP ilegal - red) mana ada investasi. Jadi mereka bisa memberikan harga lebih murah dari kami," pungkasnya. ( afz / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel