Berita Terbaru
-
Rabu, 08/02/2012 13:38 WIB
Bakrie Telecom Kantongi ULO Seluler -
Selasa, 07/02/2012 20:39 WIB
Navcore dan AMP Tanggapi Surat Peringatan BRTI -
Selasa, 07/02/2012 15:13 WIB
BRTI Rilis Nama CP 'Pencuri Pulsa' -
Senin, 06/02/2012 17:03 WIB
Pengguna e-Money Diproyeksi Tumbuh Jadi 12 Juta -
Senin, 06/02/2012 12:03 WIB
Penyalahgunaan Frekuensi 3G
Menkominfo Yakinkan Kejagung IM2 Tak Bersalah -
Senin, 06/02/2012 07:45 WIB
Indosat Dorong UKM Manfaatkan Internet
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Rabu, 08/02/2012 14:22 WIB
Duh! 4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah'
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA Muhammad Iqbal Annur ″JELAS MAHAL LAH HANDPHONE GA DIBAWA MATI MENDING BUAT AMAL BUAT KEPERLUAN ? MASIH BANYAK UNTUK KELAS RAKYAT.. ″
- KONTRA Wemphy ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
26%
74%
Selengkapnya
'Kucurkan Dana Pemerintah untuk Jalan Tol Virtual'
Ardhi Suryadhi - detikinet
broadband (ist)
Demikian ditegaskan Ketua Umum Masyarakat Telematika Setyanto P. Santosa di sela penandatanganan piagam kesepakatan industri dalam negeri untuk implementasi WiMax di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (10/12/2009).
Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini berbanding terbalik dengan negara-negara di dunia. Dimana perbandingan infrastruktur wireline versus wireless di Indonesia sekitar 5:95 persen. Sementara negara lain justru 60:40 untuk wireline.
"Untuk itu pemerintah harus mengeluarkan investasi untuk wireline, dan mulai memikirkan untuk membangun infrastrukturnya," lanjut Setyanto.
Hal itu, lanjutnya, agar Indonesia dapat mensejajarkan diri dengan negara-negara yang industri telekomunikasinya lebih maju.
Selain itu, solusi ini juga dianggap dapat mengurai kemacetan jaringan (kongesti) yang seringkali dihadapi dalam jaringan mobile broadband di Indonesia, khususnya di Jakarta.
"Pemerintah harus menjadi pelopor karena hal ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi negara," lanjut dia.
Menurut data Economist Intelligence Unit Survey, Indonesia E-Readiness Rankings 2008 masih berada di atas Iran dan Azerbaijan. Namun masih di bawah Vietnam, Kazakhstan, dan Algeria, dengan rata-rata skor 3,5--dari skor tertinggi 8,95.
Rendahnya ranking Indonesia disebabkan minimnya infrastruktur teknologi dan konektivitas (2,3), lingkungan hukum yang kurang memadai (3,2), adopsi bisnis dan konsumer masih rendah (3,2), pandangan dan kebijakan pemerintah (3,4), lingkungan sosial dan budaya (3,53), dan skor paling tinggi adalah lingkungan bisnis yang tidak sehat (6,49). ( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Rabu, 08/02/2012 17:08
Nokia akan PHK 4.000 Karyawan - Rabu, 08/02/2012 18:45
Heboh, Facebook Kabarkan Perang Dunia 3 - Rabu, 08/02/2012 16:10
BlackBerry Diklaim Nomor 1 di Sejumlah Negara, Indonesia? - Rabu, 08/02/2012 15:00
Galaxy S III Jadi Smartphone Tertipis di Dunia? - Rabu, 08/02/2012 11:29
Mengintip Tes Daya Tahan yang Dijalani BlackBerry
Komentar Terpopuler
- Rabu, 01/02/2012 14:37 WIB
Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? - Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Rabu, 01/02/2012 13:14 WIB
6 Alasan Pebisnis Tinggalkan BlackBerry - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Polresta Samarinda Dituding Hilangkan Barang Bukti Sitaan Senilai Rp 10 Miliar
- Kembangkan Kasus Pencurian Brankas, Polda Bali Sambangi Polres Depok





Sending your message


---125x125.gif)
