detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Muhammad Iqbal Annur  ″JELAS MAHAL LAH HANDPHONE GA DIBAWA MATI MENDING BUAT AMAL BUAT KEPERLUAN ? MASIH BANYAK UNTUK KELAS RAKYAT.. ″
  • KONTRA Wemphy  ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
26%   74% 

Selengkapnya


Selasa, 08/12/2009 15:31 WIB

HP Tawarkan Solusi Bisnis Jaringan yang Sederhana
Fajar Widiantoro - detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Mahalnya biaya IT kian membuat biaya operasional perusahaan membengak. Katakanlah saat perusahaan menginvestasi hardware tertentu, mereka masih direpotkan oleh biaya maintenance, lisensi software dan sebagainya, belum lagi masalah power plan yang kadang mati hidup.

Demikian penjelasan Michael Yu selaku Regional Director Network Solution Group HP Asia Pacifik dan Jepang dalam acara bertajuk 'Up The Challange, Down With Cost' bertempat di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (8/12/2009).

"Di Jepang dan Asia Pasifik, biaya operasional perusahaan untuk melakukan perawatan dan pengembangan infrastruktur adalah sekitar 70 persen, sementara 30 persennya adalah untuk inovasi bisnis mereka," ujarnya kepada detikINET.

Dengan hal itu, perusahaan dihadapkan pada pilihan bahwa mereka intinya harus memikirkan efisiensi bisnis jaringan IT perusahaan. Terkait hal itu HP pun memiliki solusi infrastruktur terkonvergensi.

Michael menjelaskan, layanan HP tersebut membuat pengelolaan jaringan IT perusahaan yang kompleks menjadi sederhana, karena HP akan menghandle semuanya. Layanan ini meliputi storage, power cooling, manajemen software, server serta jaringan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, HP memiliki layanan bernama HP Unified Communication & Collaboration. Layanan bagi pasar enterprise ini diklaim dapat membuat transformasi bisnis perusahaan menjadi lebih baik dan cepat. Pasalnya, biaya efisiensi infrastruktur IT pun menjadi berkurang, sehingga biaya inovasi jaringan IT bisa lebih ditingkatkan.

Adapun produk dari layanan ini meliputi layanan sistem terintegerasi dari masalah konsultasi, desain, manajemen program, pengembangan, integrasi, outsourcing, serta pelatihan. Selain itu raksasa TI ini juga menggandeng perusahaan lain yang berkompeten seperti Microsoft untuk urusan software, atau Juniper untuk urusan router.

( fw / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel