detikInet's Community
Berita Lain
-
Senin, 22/03/2010 13:48 WIB
Gandeng NSN, Icon+ Rambah Sumatera -
Senin, 22/03/2010 12:01 WIB
Asing di Menara Telekomunikasi
Kominfo Ingin Menghindari 'Kasus Badung' -
Senin, 22/03/2010 10:31 WIB
Menara Telekomunikasi Tak Sepenuhnya Bebas Asing -
Minggu, 21/03/2010 11:33 WIB
Penjual Pulsa Desak Developer Software Pulsa Bentuk Asosiasi -
Sabtu, 20/03/2010 15:27 WIB
Pedagang Pulsa Kumpulkan Pembuat Software Pulsa -
Sabtu, 20/03/2010 15:03 WIB
BTel Tak Takut Kehabisan Pelanggan Mobile Broadband
Indeks Berita
Minggu, 06/12/2009 13:26 WIB
Indosat Ingin Perkasa di Nomor Dua
Andrian Fauzi - detikinet

Gedung Indosat (ist)
"Kita kerja keras untuk meningkatkan posisi nomor dua. Kita ingin menjadi strong number two," tegas Branch Head Bandung Indosat, Roganda P Manulang saat berbincang dengan detikINET belum lama ini.
Maksud strong number two, imbuhnya, adalah membuat posisi di bawahnya semakin menjauh. Karena menurutnya, dalam jangka waktu pendek belum bisa mengejar posisi nomor satu yang masih diduduki oleh Telkomsel.
"Tapi bukan tidak mungkin mengejar dan menjadi nomor satu," ungkap pria yang akrab dipanggil Pak Ro ini.
Diakui pula olehnya, mulai sekarang pihaknya sudah fokus untuk menggarap serius semua produknya. Indosat memang selama ini terkesan menganakemaskan IM3.
"Bukan berarti tidak ada perhatian terhadap produk kami selain IM3. Tapi hanya kurang dosis saja. Sekarang kita akan tambah dosis buat semua produk kita," bebernya.
Dari semua produk Indosat, IM3 sukses membukukan prestasi. Sebagai produk yang terakhir muncul dari beberapa produk punya Indosat, saat ini revenue IM3 sudah dua kali lipat dari Mentari.
Disinggung mengenai target tahun depan, Pak Ro mengaku target pertumbuhan revenue sekitar 10 persen. Diakui oleh pria yang gemar main golf ini, target tersebut realistis. Pasalnya jika dibandingkan dengan pada saat booming selular di Indonesia, targetnya lebih dari 30 persen pertumbuhan revenue tiap tahunnya.
"Kami lebih realistis. Target tersebut juga karena menunggu pulihnya perekonomian di Indonesia serta hal lainnya yang mempengaruhinya. Dan jika dibandingkan dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan yang berkisar 6 persen, maka target 10 persen masih wajar," pungkasnya. ( afz / fyk )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (32 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).





