detikInet's Community
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 14:17 WIB
'Video Game Bisa Selamatkan Dunia' -
Kamis, 18/03/2010 17:27 WIB
Microsoft Siapkan Xbox 360 Slim? -
Kamis, 18/03/2010 15:13 WIB
PSP Go Kandaskan Impian Sony -
Kamis, 18/03/2010 10:38 WIB
Splinter Cell: Conviction Hanya untuk Xbox 360? -
Rabu, 17/03/2010 15:39 WIB
Awakening Mulai Serbu Penggemar Dragon Age -
Senin, 15/03/2010 17:23 WIB
Nvidia Tampik Tudingan Suap Para Pengembang Game
Indeks Berita
Kamis, 03/12/2009 18:00 WIB
Mengintip Karakter Game dan Animasi di Indonesia
Andrian Fauzi - detikinet

ilustrasi (salazad.com)
Pada pertengahan 90-an, industri game dan animasi masih didominasi oleh Jakarta. Namun seiring perkembangan zaman, game dan animasi tidak hanya didominasi oleh Jakarta. Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang serta Semarang menjadi kota penghasil game dan animasi yang patut diperhitungkan.
Dituturkan oleh Intan Rizky Mutiaz, Staf Pengajar Multimedia dan Video Direktor, Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB saat berbincang dengan detikINET, Kamis (3/12/2009), masing-masing kota tersebut memiliki karakter yang berbeda serta cukup kuat karakter tersebut.
"Masing-masing kota punya karakter yang berbeda. Dan cukup kuat karakternya," kata pria kalem ini.
Di Bandung, imbuhnya, karakter game dan animasinya cenderung minimalis dan menonjolkan sisi urban. Berbeda dengan Yogyakarta yang lebih menonjolkan karakter Indonesia.
"Game di Bandung biasanya ngga beda jauh dari clothing dan fashion. Cenderung minimalis dengan menampilkan sisi urban culture. Sedang di Yogya juga tidak jauh dari cerita-cerita rakyat. Misalnya cerita Punakawan dan lainnya. Yogya karakternya Indonesia banget," katanya mencontohkan.
Lebih lanjut Intan menambahkan, Surabaya, termasuk di dalamnya adalah Kota Malang, karakter gamenya lebih ke engine. Sedangkan karakter animasinya technical enginering.
Sedangkan untuk Semarang, karakter game dan animasinya tidak jauh berbeda dengan
Yogyakarta.
Dijelaskan oleh pria yang juga mengajar di beberapa kampus ternama di Bandung dan Jogjakarta ini, karya game animasi tidak beda jauh dengan strata sosial masyarakat. Namun Intan meyakini lambat laun karakter game dan animasi tersebut akan melebur. Hal ini dikarenakan adanya konsorsium yang menyatukan game dan animasi di Indonesia.
"Sekarang ngga seekstrim dulu. Sejak 1995-2000 sudah mulai berbaur. Namun karakter Yogya dan Bandung memang sangat kuat dan saling melengkapi," pungkasnya. ( afz / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).






