Berita Terbaru
-
Senin, 06/02/2012 17:03 WIB
Pengguna e-Money Diproyeksi Tumbuh Jadi 12 Juta -
Senin, 06/02/2012 12:03 WIB
Penyalahgunaan Frekuensi 3G
Menkominfo Yakinkan Kejagung IM2 Tak Bersalah -
Senin, 06/02/2012 07:45 WIB
Indosat Dorong UKM Manfaatkan Internet -
Jumat, 03/02/2012 17:14 WIB
Kualitas Telepon Jeblok, Laporkan Saja! -
Jumat, 03/02/2012 16:50 WIB
BRTI Curiga, Telepon Jeblok Dipicu Vendor Nakal -
Kamis, 02/02/2012 19:40 WIB
Rapat Panja Pencurian Pulsa Diwarnai Aksi Walk-Out
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Selasa, 07/02/2012 14:30 WIB
Inilah 8 Sosok Bertalenta di Dunia Teknologi
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA Bagas Nugraha ″Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? Mending ga usah koment yg ga pernah pake iphone.. Hahahahah.. ″
- KONTRA John Banthink ″hahhahaha.... marketingnya apel kebakaran jenggot... dasar budak yahudi..... ″
25%
75%
Selengkapnya
Telkom Indikasikan Batal Kuasai Bisnis Menara
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
BTS (ist)
Indikasi batalnya akuisisi tersebut terlontar dari mulut Chief Operating Officer Telkom, Ermady Dahlan, dalam forum Investor Summit 2009 di Hotel Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta, Rabu (2/12/2009).
"Kami baru sebatas CSPA (Condition & Sales Purchase Agrement), belum final due dilligence. Bahkan ada indikasi akusisi tersebut tidak terjadi," sebut pria yang juga menjabat sebagai Direktur Network Solution Telkom itu.
Kabar ini segera detikINET konfirmasikan kepada Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah. Jawaban serupa diberikan pria ini. "Memang masih CSPA dan due dilligence, tapi belum final," tegasnya.
Pemilik sekaligus Presiden Direktur Indonesian Tower, Sakti Wahyu Trenggono, belum mau berkomentar banyak mengenai indikasi batalnya pembelian ini. "Kita tunggu saja nanti," tandasnya.
Telkom Group dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi memiliki sekitar 20 ribu menara untuk menunjang transmisi base station. Menara itu digunakan untuk Telkomsel dan TelkomFlexi.
Sementara Indonesian Tower yang akan diakuisisi memiliki kurang lebih 12.000 menara. Jika kedua perusahaan itu bergabung, sudah pasti bisnis menara yang dikelola Telkom Group akan semakin menggurita.
Telkom Group sendiri menargetkan anggaran belanja modal (capital expanditure/ capex) pada 2010 sama seperti tahun sebelumnya senilai US$ 2 miliar dengan alokasi 70% untuk Telkomsel. "Sedangkan 30% sisanya untuk guidance kami," kata Ermady.
Bagi Telkomsel, dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat dan menambah infrastruktur selulernya, dengan alokasi 70% untuk 2G dan 30% untuk 3G. Porsi tersebut bergeser, dimana untuk 3G tahun depan 10% lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Sebaliknya dengan 2G yang porsinya dikurangi 10%. ( rou / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Selasa, 07/02/2012 16:56
Foto yang Dihapus di Facebook Tidak Benar-benar Lenyap - Selasa, 07/02/2012 17:15
Trio Elektronik Jepang Hadapi Rugi Raksasa - Selasa, 07/02/2012 16:04
Hati-hati dengan 'Dompet' BlackBerry 9900 - Selasa, 07/02/2012 14:58
Ini Dia Ponsel yang Paling Kuat di Suhu Beku - Selasa, 07/02/2012 13:24
8 Sosok Bertalenta di Dunia Teknologi
Komentar Terpopuler
- Rabu, 01/02/2012 14:37 WIB
Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? - Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- 3 Bersaudara Hanyut di Sungai Indragiri, Dua Tewas
- Renovasi Ruang Rapat Rp 20 M, BK Tengarai Budget Telah Bocor





Sending your message


---125x125.gif)
