Berita Terbaru
-
Jumat, 10/02/2012 07:04 WIB
Google Chrome 17 Tampil Lebih Ngebut -
Kamis, 09/02/2012 18:53 WIB
Ini Dia 10 Finalis Do Network Lenovo -
Kamis, 09/02/2012 13:08 WIB
Berharap Lahirnya Mark Zuckerberg 'Made in Indonesia' -
Kamis, 09/02/2012 11:18 WIB
Diancam Mau Didemo, Apple Tegaskan Peduli Nasib Buruh -
Kamis, 09/02/2012 09:59 WIB
Ribuan Orang akan Geruduk Toko Apple -
Kamis, 09/02/2012 07:47 WIB
5 Resep Sukses Mark Zuckerberg
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Kamis, 09/02/2012 12:42 WIB
Diancam Mau Didemo, Apple Tegaskan Peduli Nasib Buruh
Posted : radydjencolePro Kontra
- PRO pramana putra ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
- PRO pramana putra ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
29%
71%
Selengkapnya
Rekam Medis Online Masih Sebatas Cita-cita
Vera Farah Bararah - detikinet
(capitalhealth)
Rekam medis online ini baru diujicobakan di Puskesmas Pasundan dan Puskesmas Banjar di Bandung. Ternyata didapatkan koneksi yang bagus dan kedua puskesmas ini bisa saling berbagi informasi mengenai kondisi kesehatan dari pasien yang berobat di kedua puskesmas tersebut.
Uji coba 2 puskesmas itu baru tahap awal karena di Indonesia saja ada sekitar 8.000 lebih puskesmas sehingga masih jauh dari cita-cita integrasi e-Health di Indonesia. Belum lagi melangkah ke rumah sakit yang jumlahnya juga mencapai ribuan.
Peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja sama dengan peneliti dari Australia National University (ANU) berhasil menciptakan sistem rekam medis online yang sharable dan longitudinal berbasis openEHR (Electronic Health Record). Sistem ini mampu menyimpan riwayat kesehatan seseorang sejak orang tersebut lahir, sehingga diharapkan bisa mengurangi kesalahan medis (medical error).
"Dengan adanya elektronik ini seseorang bisa memiliki riwayat kesehatan yang lengkap sehingga datanya lebih akurat. Riwayat kesehatan yang bisa dikirim berupa teks, sinyal EEG atau sinyal lainnya dan bisa juga berupa gambar seperti rontgen," ujar Prof Tati Rajab Mengko dari ITB, dalam acara jumpa pers "Rekam Medis yang Sharable dan Longitudinal untuk mendukung E-Health di Indonesia" di Warung Daun, Cikini, Selasa (1/12/2009).
Prof Tati menambahkan rekam medis itu sendiri menyangkut kondisi pasien, hasil laboratorium serta riwayat penyakit pasien itu sendiri. Penelitian mengenai rekam medis elektronik ini telah berjalan selama 3 tahun sejak tahun 2006.
Mantan Ketua IDI Fachmi Idris juga memberikan apresiasi tinggi atas hasil penelitian ini yang berhasil menciptakan sistem untuk membuat rekam medis secara online.
Tapi hasil ini belum bisa diterapkan karena masih memiliki beberapa hambatan seperti sistem pelayanan kesehatan yang masih belum bagus.
"Sistem pelayanan kesehatan disini harus diperbaiki dulu baru teknologi ini bisa diterapkan, karena kalau belum diperbaiki teknologi ini tidak akan terlalu berguna," ujar Fachmi.
Lebih lanjut Fachmi menambahkan, prinsip dari sharable ini harus memenuhi tiga hal yaitu privacy (privasi), security (jaminan keamanan) dan confidentiality (kerahasiaan) serta tetap tidak melanggar hak-hak dari pasien itu sendiri.
Karena pasien memiliki hak untuk mendapatkan semua informasi kesehatan mengenai dirinya dengan pengecualian informasi ini dapat ditahan oleh dokter jika informasi tersebut bisa berdampak buruk pada kesehatan pasien. Informasi kesehatan bisa dipublikasikan jika pasien menyetujui dan pasien juga memiliki hak untuk tidak memberikan informasi kesehatan kepada siapapun.
"Kalau prinsip longitudinal itu penting agar riwayat kesehatan orang tersebut dari lahir hingga kini masih tersimpan dengan baik sedangkan untuk prinsip sharable sebaiknya harus memiliki sistem rujukan yang baik dan tentukan batas-batas dari share data itu sendiri," tambahnya.
Jika rekam medis online ini akan diterapkan maka dibutuhkan undang-undang dan regulasi khusus dengan tetap menjaga etika serta prinsip normatif dan konservatif profesi kedokteran. Namun, jika bisa berhasil diterapkan di Indonesia diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
( ver / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Jumat, 10/02/2012 10:41
Harga Second iPhone Lebih Mahal dari Android & BlackBerry - Jumat, 10/02/2012 10:47
Siap-siap, iPad 3 Dikabarkan Dirilis Maret - Jumat, 10/02/2012 07:04
Google Chrome 17 Tampil Lebih Ngebut - Jumat, 10/02/2012 10:00
HTC Sensation Siap Upgrade ke Ice Cream Sandwich - Kamis, 09/02/2012 13:24
BlackBerry 10 Siap Tantang iPhone & Android
Komentar Terpopuler
- Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone - Selasa, 07/02/2012 14:58 WIB
Ini Dia Ponsel yang Paling Kuat di Suhu Beku - Selasa, 07/02/2012 09:36 WIB
Pekerja Pabrik iPad Belum Pernah Melihat iPad
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel





Sending your message


---125x125.gif)
