detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Mayka Phy  ″Yaaaa itu harga yg pantas, krn smuanya serba bisa hanya dg satu pegangan!!!i like it eveeer? Muuuuaaasch iphone.. ″
  • KONTRA sariefbendjeh  ″kalo ane sih mending beli hh laen soalnya harganya tinggi banget..kalo ga mending buat beli bakso bisa salekalian grobagnya..ckckk.. ″
26%   74% 

Selengkapnya


Selasa, 24/11/2009 15:04 WIB

BlackBerry Onyx Dibanderol Rp 7,8 Juta
Ardhi Suryadhi - detikinet


BlackBerry Onyx (Ist.)

Jakarta - Seperti biasa, ketika para operator telekomunikasi selaku partner resmi Research In Motion (RIM) masih belum meluncurkan seri terbaru BlackBerry, jajaran ponsel pintar tersebut hadir lebih awal di berbagai pusat penjualan elektronik Tanah Air.

Termasuk bagi BlackBerry seri 9700 yang rencananya baru akan diperkenalkan secara resmi oleh RIM esok hari, Rabu (24/11/2009). Keberadaan seri BlackBerry yang memiliki nama lain Onyx ini justru sudah wara-wiri di mal-mal.

Berdasarkan pengamatan detikINET, rata-rata harga yang dibanderol di sejumlah toko berkisar antara Rp 7,7 - 7,8 juta untuk satu unit BlackBerry Onyx. Wow!

Harga ini terbilang cukup tinggi. Termasuk jika dibandingkan dengan Bold, yang dipatok di harga Rp 5-6 jutaan. Itu pun untuk yang dijual oleh para operator. Sementara ketika di mal-mal harganya bisa lebih rendah lagi.

Penjual di pusat perbelanjaan elektronik Roxymas yang dikonfirmasi detikINET berani memastikan bahwa Onyx yang ia jual tersebut merupakan barang asli. Hanya saja garansi yang diberikan bukanlah garansi resmi RIM, melainkan garansi distributor.

"Paling turun harganya Rp 7.750.000 lah. Itu sudah termasuk memori 2 GB," tukasnya.

Penasaran, detikINET lantas melanjutkan penelusuran ke Mal Ambasador. Mal ini juga bisa dibilang sarangnya penjual BlackBerry di Jakarta. Hasilnya, voila... Ternyata harga yang ditawarkan sama saja.

Belum dijualnya Onyx oleh para operator telekomunikasi mungkin bisa menjadi alasan para penjual ini berani mematok harga yang kelewat tinggi. Sebab, sesuai dengan hukum supply and demand, ketika barang itu sedikit yang ada di pasar maka harga yang dibanderol langsung menjulang. Begitu juga sebaliknya. ( ash / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel