Berita Terbaru
-
Rabu, 08/02/2012 10:50 WIB
4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah' -
Selasa, 07/02/2012 16:56 WIB
Foto yang Dihapus di Facebook Tidak Benar-benar Lenyap -
Selasa, 07/02/2012 14:23 WIB
Kolom Telematika
Teknologi Cloud, Apakah Membantu? -
Selasa, 07/02/2012 14:10 WIB
Ditutup, MegaUpload Banjir Dukungan -
Selasa, 07/02/2012 13:24 WIB
8 Sosok Bertalenta di Dunia Teknologi -
Selasa, 07/02/2012 13:02 WIB
Idenesia, 'YouTube' Lokal yang Menampung Film Inspiratif
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Selasa, 07/02/2012 14:30 WIB
Inilah 8 Sosok Bertalenta di Dunia Teknologi
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA Muhammad Iqbal Annur ″JELAS MAHAL LAH HANDPHONE GA DIBAWA MATI MENDING BUAT AMAL BUAT KEPERLUAN ? MASIH BANYAK UNTUK KELAS RAKYAT.. ″
- KONTRA Wemphy ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
26%
74%
Selengkapnya
Catatan Oleh Rama
MLM Bantu Tunanetra Membaca
Penulis: Eko Ramaditya Adikara - detikinet
Rama & My Learning Module (dok. rama)
Dengan MLM for the Blind, kini tunanetra tak perlu lagi kesulitan memperoleh bahan bacaan berformat braille, atau mengimpor alat serupa yang dapat mengeringkan kantong. Penasaran? Simak terus artikel ini!
MLM for the Blind adalah sebuah alat bantu yang dikembangkan oleh beberapa mahasiswa dari Universitas Bina Nusantara (Binus) untuk mengakomodasi kebutuhan tunanetra akan alat bantu baca.
Dengan menggunakan MLM, tunanetra tak perlu lagi mencetak bahan bacaan ke format braille. Pengguna cukup mengetikkan bahan bacaan dalam sebuah file, dan alat ini akan menampilkannya secara real-time menggunakan bahan mekanik yang mensimulasikan huruf braille yang dapat langsung diraba.
MLM sendiri mulai digarap sekitar pertengahan oktober 2008 dengan lama waktu pengerjaan 6 bulan. Ide awalnya bermula dari penelitian kampus yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa Binus yang ingin mengembangkan alat bantu baca bagi tunanetra.
"Kami berpikir alangkah lebih baiknya jika alat bantu yang akan ada nanti bentuknya simple, mudah dibawa-bawa (portable) dan tentunya mudah digunakan oleh tunanetra," jelas Erik Taurino, salah seorang anggota pengembang MLM.
Untuk diketahui saja. Biasanya tunanetra membaca buku atau bahan bacaan yang ditulis menggunakan huruf braille, yaitu format huruf timbul yang dapat dibaca dengan cara merabanya. Namun, mengingat huruf braille tidak dapat diperkecil, maka kertas yang dibutuhkan untuk mencetak pun sangat banyak. Sebuah kamus saku boleh jadi akan memerlukan sekitar 2 atau 3 tumpuk kertas yang sama tebalnya dengan buku Yellow Pages.
Cara kerja MLM sangat sederhana, yaitu mengubah teks bacaan ke bentuk braille yang dapat diraba oleh tunanetra. Pengguna cukup menyimpan bahan bacaan ke dalam MMC, dan mencolokkan MMC tersebut ke port card reader yang terletak di bagian atas MLM. Untuk sementara alat ini mampu mengenali teks yang tersimpan dalam file berekstensi TXT.
Setelah MLM aktif dan MMC terdeteksi, pengguna dapat meraba teks yang sudah diolah dalam bentuk braille pada panel yang tersedia. Panel tersebut berisi 42 kolom yang tiap kolomnya merepresentasikan satu huruf. Apabila jumlah karakter dalam sebuah bacaan melebihi 42, maka pengguna dapat melanjutkan pembacaan dengan tombol navigasi yang tersedia. Tombol ini juga berfungsi sebagai navigator untuk memilih file yang tersimpan dalam MMC seperti layaknya tombol "Next" "Back" atau "Enter" pada PC.
Tunanetra pun dapat membaca novel atau bahan bacaan lain tanpa harus khawatir MLM akan kehabisan tenaga. Alat yang menggunakan 6 baterai "AA" sebagai sumber energinya ini mampu aktif selama kurang lebih 8 sampai 10 jam tanpa henti.
Dengan adanya MLM, diharapkan tunanetra tetap dapat membaca buku tanpa harus kesulitan memperoleh buku braille yang saat ini memerlukan kertas dan biaya cetak yang tidak sedikit.
Selain itu, tim pengembang berharap alat ini nanti benar-benar dapat digunakan di lembaga pendidikan agar tunanetra dan orang awas (orang berpenglihatan) dapat belajar bersama tanpa batasan masalah buku braille lagi, sehingga pendidikan inclusive pun juga dapat diwujudkan.
Nantinya, bila alat ini ada di perpustakaan misalnya, maka koleksi buku yang ada di perpustakaan tidak hanya dapat dinikmati oleh orang awas saja, tetapi juga oleh tunanetra.
My Learning Module for the Blind pernah diikutsertakan dalam ajang lomba INAICTA 2009 (Indonesia ICT Award) dan keluar sebagai pemenang untuk kategori e-learning dan meraih penghargaan special mention.
Rencananya, MLM akan diikut sertakan dalam ajang lomba APICTA 2009 (Asia Pasific ICT Award) yang akan berlangsung pada tanggal 14-17 desember 2009.
"Kami berharap dengan diikutsertakannya alat ini dalam berbagai kegiatan award, akan ada pihak industri yang juga melihat pentingnya kegunaan alat ini bagi tuna netra, sehingga nantinya mereka juga dapat membantu dalam proses produksinya," tukas Erik.
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Rabu, 08/02/2012 11:29
Mengintip Tes Daya Tahan yang Dijalani BlackBerry - Rabu, 08/02/2012 11:50
Google Chrome Akhirnya Mendarat di Android - Rabu, 08/02/2012 10:50
4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah' - Selasa, 07/02/2012 16:04
Hati-hati dengan 'Dompet' BlackBerry 9900 - Rabu, 08/02/2012 12:23
BBS, 'Leluhurnya' Internet
Komentar Terpopuler
- Rabu, 01/02/2012 14:37 WIB
Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? - Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Rabu, 01/02/2012 13:14 WIB
6 Alasan Pebisnis Tinggalkan BlackBerry
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Tragis! 11 Bayi Meninggal Dalam 4 Hari di Rumah Sakit Umum
- Jumat Hari Hoki, Prayitno-Teddy Serahkan 500 Ribu Dukungan Suara





Sending your message


---125x125.gif)
