Berita Terbaru
-
Jumat, 03/02/2012 16:50 WIB
BRTI Curiga, Telepon Jeblok Dipicu Vendor Nakal -
Kamis, 02/02/2012 19:40 WIB
Rapat Panja Pencurian Pulsa Diwarnai Aksi Walk-Out -
Kamis, 02/02/2012 19:25 WIB
Telkomsel: Sistem Cluster Agar Pasokan Pulsa Merata -
Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat -
Kamis, 02/02/2012 17:24 WIB
Panja Tuding BRTI Biang Keladi Pencurian Pulsa -
Kamis, 02/02/2012 16:37 WIB
BRTI Tegur 58 Perusahaan CP SMS Premium
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Jumat, 03/02/2012 14:38 WIB
Alamak, Postingan Facebook Dikomentari Sejuta Kali
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA Gunde Frendisia ″1 reason, exclusivity. Harga yg pantas, tp cb bandingin sm HH android dgn harga lbh murah, hardware yg \"mungkin\" lbh superior, fitur OS.. ″
- PRO maapgaptek ″Ga papalah harga tinggi, demi menjaga gengsi dan biar terlihat gaul.. duit duit gw ini. Dan yang paling penting gw bisa poto2an lewat instagram.. ″
19%
81%
Selengkapnya
Berca Siap Bayar Wimax Rp 143 Miliar
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Wimax (ist)
"Kita tetap akan membayar sebelum akhir tahun," tegas salah satu petinggi Berca yang tak mau namanya dipublikasikan, kepada detikINET lewat sambungan telepon, Senin (23/11/2009).
Berca yang memenangi 15 zona wilayah dalam lelang 30 paket, menurut dia, memiliki kewajiban untuk membayar total Rp 143,101 miliar untuk up front fee dan BHP frekuensi tahun pertamanya dalam menyelenggarakan akses pita lebar Wimax.
Namun hingga tenggat waktu yang ditentukan, 17 November, dan bahkan hingga perpanjangan tenggat, 20 November, perusahaan milik Hartati Moerdaya itu tak jua memenuhi kewajibannya. Alhasil, Berca dikenai denda 2% atau Rp 2,8 miliar per bulan atas keterlambatannya.
Depkominfo pun sempat bertanya-tanya mengapa Berca tak memberi kabar soal keterlambatannya. "Kami sudah mengirim surat ke Dirjen Postel, Menkominfo, dan pejabat tinggi Depkominfo lainnya pada 13 November. Namun pada 19 November kami memang belum memberi kabar," ujar sang petinggi Berca.
Ia kemudian menjelaskan bahwa alasan tak segera memenuhi kewajiban pembayaran up front fee dan BHP frekuensi antara lain soal ketersediaan perangkat jaringan Wimax yang dibuat perusahaan lokal. Ia pun menyoroti soal harga perangkat Customer Premise Equipment (CPE) atau modem Wimax untuk pelanggan ritel, yang dinilai masih mahal.
"Kami ini akan bermain di sektor ritel. Kalau perangkat CPE yang bentuknya masih besar itu saja harganya sampai US$ 300 atau sekitar Rp 3 juta, bagaimana kita mau bersaing dengan dongle (modem USB) 3G yang sudah murah dan bisa dibawa ke mana-mana?" keluh dia.
Berca bukan satu-satunya perusahaan pemenang tender Wimax yang telat membayar kewajiban tahun pertama. Selain dia, ada Internux dan Jasnita Telekomindo. Sementara dua lainnya adalah perusahaan konsorsium. Perusahaan yang sudah membayar baru Telkom Indonesia, Indosat Mega Media (IM2), dan First Media.
( rou / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Sabtu, 04/02/2012 10:28
Mark Zuckerberg Bocorkan Desain Baru Facebook? - Jumat, 03/02/2012 09:01
Alamak, Postingan Facebook Dikomentari Sejuta Kali - Jumat, 03/02/2012 18:51
Terancam Rugi Rp 26 Triliun, Sony Diprediksi Sulit Pulih - Sabtu, 04/02/2012 08:57
Benarkah Android.Counterclank Berbahaya? - Kamis, 02/02/2012 10:59
1.000 Karyawan Facebook akan Jadi Jutawan
Komentar Terpopuler
- Rabu, 01/02/2012 14:37 WIB
Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? - Minggu, 29/01/2012 11:48 WIB
13 Aplikasi Android yang Mengandung Virus - Senin, 30/01/2012 16:47 WIB
iPhone yang Semakin Kencang - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Minggu, 29/01/2012 09:22 WIB
5 Juta Perangkat Android Terinfeksi Virus Counterclank
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Tertangkap Nyabu, Pilot Lion Air Punya Jadwal Terbang ke Makassar
- Angie Tersangka, Qomar Kaget & Beri Dukungan Moral





Sending your message


---125x125.gif)
