detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Pituhoppus  ″masalah harga itu relatif,, yg penting kepuasan. orang indo tu aneh wong cuma pemake aja pada berdebat kayak orang paling pinter sendiri. mbok dari.. ″
  • PRO khairul umam  ″kualitas oke , uang berlebihan ..oke2 aja tuch harga segitu bagi yg mampu :D  bagi ane hp jadul udh syukur :D  asal bsa nlpon n sms :D  ckckckckk.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Jumat, 20/11/2009 11:17 WIB

Telkom dan IM2 Lirik Zona Wimax Tetangga
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Telkom dan Indosat Mega Media (IM2) langsung melirik zona wilayah Wimax yang mungkin ditinggalkan enam perusahaan lain yang juga memenangi tender broadband wireless access (BWA) di pita 2,3 GHz.

Seperti diketahui, dari delapan pemenang tender Wimax tersebut baru Telkom dan IM2 yang telah memenuhi kewajiban membayar up front fee dan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi hingga tenggat pembayaran berakhir 17 November 2009. Sementara enam perusahaan lainnya belum.

Enam perusahaan itu adalah Berca Hardayaperkasa, First Media, Jasnita Telekomindo, Internux, serta Konsorsium Wimax Indonesia (akan menjadi PT Wireless Telecom Universal) dan Konsorsium PT Comtronics Systems dan PT Adiwarta Perdania.

Kecuali bagi dua perusahaan konsorsium -- yang batasnya hingga 26 Januari 2010, tenggat waktu untuk empat perusahaan lainnya hanya diperpanjang sampai hari ini, Jumat (20/11/2009). Dan jika keempat perusahaan itu tak jua membayar, kemungkinan besar izin prinsip milik mereka akan dicabut dan ditender ulang pemerintah.

Kalau pun itu sampai terjadi, zona wilayah BWA yang tersisa kemungkinan akan dikembalikan ke harga dasar untuk ditender kembali. Momen itu yang kemudian jadi saat yang tepat bagi Telkom dan IM2 untuk menguasai zona yang belum mereka dapatkan.

"Kemungkinan itu selalu terbuka, tetapi tentu perlu waktu bagi kami untuk melakukan evaluasi dulu," VP Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia malu-malu untuk menyatakan langsung niat ambil alih tersebut, saat dikonfirmasi detikINET, Jumat (20/11/2009).

"Sejauh ini fokus kami melakukan kewajiban pembayaran up-front fee dan BHP yang sudah diselesaikan beberapa waktu lalu," lanjut dia.

Lain dengan Telkom, IM2 malah blak-blakan menyatakan ketertarikannya. "Kami mungkin akan ambil jika yang lain tidak jadi membayar," cetus Corporate Secretary IM2 Andri Aslan.

Meski IM2 berminat, menurutnya, langkah untuk mengambil alih zona Wimax yang berpotensi kembali lowong tetap perlu dikaji bersama induk perusahaan, Indosat.
( rou / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel