detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Mayka Phy  ″Yaaaa itu harga yg pantas, krn smuanya serba bisa hanya dg satu pegangan!!!i like it eveeer? Muuuuaaasch iphone.. ″
  • KONTRA sariefbendjeh  ″kalo ane sih mending beli hh laen soalnya harganya tinggi banget..kalo ga mending buat beli bakso bisa salekalian grobagnya..ckckk.. ″
26%   74% 

Selengkapnya


Selasa, 17/11/2009 07:31 WIB

XL Rambah Bisnis Transfer Uang Mancanegara
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


ilustrasi (inet)

Jakarta - PT Excelcomindo Pratama Tbk yang berganti nama menjadi PT XL Axiata Tbk akan mulai merambah bisnis baru dengan menggeluti jasa pengiriman uang (remittance) melalui jaringan telekomunikasi internasional.

"Pemegang saham menyetujui perusahaan untuk mengembangkan layanan remittance," kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi, dalam keterangan tertulis mengenai putusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Selasa (17/11/2009).

Ia mengatakan, kebutuhan pelanggan atas jasa remittance semakin besar sejalan dengan perkembangan teknologi seluler.

Menurut Hasnul, potensi XL masuk ke layanan remittance sangat luas sejalan dengan besarnya jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri terutama di Malaysia, dan sejumlah negara di Timur Tengah, dan Hongkong.

Rencananya layanan ini akan direalisasikan untuk TKI di Malaysia dan Arab Saudi. "Oleh sebab itu, kami akan segera meminta lisensi ke Bank Indonesia," lanjutnya.

Selama ini XL telah melakukan semacam inkubasi layanan remittance dengan Bank BNI untuk para TKI di Hong Kong. Namun demikian, Hasnul tak bisa merinci berapa nilai transaksi remittance yang sudah berjalan selama inkubasi.

Direktur Pemasaran XL Nicanor V Santiago menjelaskan, revenue generator dari layanan ini datang dari SMS notifikasi, penjualan pulsa, dan fee pengiriman uang. "Di Filipina masa inkubasi layanan ini empat hingga lima tahun," katanya.

Namun di Filipina layanan remittance sudah lebih maju karena sebagian besar tenaga kerja mereka berada di Amerika Serikat.
( rou / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel