detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Mayka Phy  ″Yaaaa itu harga yg pantas, krn smuanya serba bisa hanya dg satu pegangan!!!i like it eveeer? Muuuuaaasch iphone.. ″
  • KONTRA sariefbendjeh  ″kalo ane sih mending beli hh laen soalnya harganya tinggi banget..kalo ga mending buat beli bakso bisa salekalian grobagnya..ckckk.. ″
26%   74% 

Selengkapnya


Jumat, 13/11/2009 08:54 WIB

Kapasitas 3G Indosat Digenjot 2 Juta Pelanggan
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


IndosatM2 (rou/inet)

Jakarta - Tambahan frekuensi 3G yang baru saja dikantungi Indosat, selain didorong penuh kecepatannya melalui teknologi High Speed Packet Access Plus (HSPA+), juga disiapkan untuk alokasi tambahan kapasitas pelanggan.

"Dengan adanya second carrier 3G, kita percaya kondisi backhaul, node B, dan core network saat ini, bisa menampung sampai dua juta pelanggan," kata Chief Marketing Officer Indosat, Guntur Siboro kepada detikINET, Jumat (13/11/2009).

Indosat yang memiliki 4000 unit infrastruktur node B - 3G untuk menyelenggarakan mobile broadband melalui anak usahanya, IM2, memiliki jumlah pelanggan berkisar 500 ribu.

Pertumbuhan pelanggan mobile broadband Indosat pada mulanya cukup pesat, mengingat kecepatan 3G yang ditawarkan lewat teknologi High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) cukup menggiurkan.

Langkah pengembangan layanan data ini membuat Frost and Sullivan Telecom Awards 2009, kepincut memilih Indosat sebagai Mobile Data Service Provider of The Year untuk kali keduanya.

Namun, derasnya pertumbuhan pelanggan terbentur pada masalah keterbatasan frekuensi. Pembangunan node B untuk memperluas infrastruktur 3G pun tak mampu menahan kritik pedas dari para pelanggannya yang sudah kadung kecewa.

Indosat mau tak mau harus memenuhi harga Rp 160 miliar yang diminta pemerintah untuk tambahan frekuensi 3G. Dan kini, perusahaan yang bernaung di bawah bendera Qatar Telecom itu pun tengah bersiap untuk melancarkan teknologi HSPA+.

Indosat memilih Ericsson untuk uji coba upgrade jaringan 3G miliknya di Jabodetabek, yang ditopang 1500 node B, dengan teknologi HSPA+. Upgrade di wilayah ini jadi prioritas karena 70% dari total 500 ribu pelanggan mobile broadband Indosat berdomisili di Jabodetabek.

Guntur belum bisa memastikan penambahan backhaul, node B dan core network yang akan dibangun tahun depan setelah HSPA+ diluncurkan secara komersial di penghujung tahun 2009 ini.

"Rencana belanja modal 2010 belum difinalisasi dan belum di-approve BoC [dewan komisaris], jadi saya belum bisa kasih estimasi untuk tahun depan," tandas Guntur.

( rou / rou )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel