detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
  • KONTRA Dhyän Nuryadin  ″jiahhh jelas mahal lahhh....siri could...... klbhn yang pasti jrng d gnkn..... yg ada cuma gengsinya tinggi....klw d tenteng d tmpt rame banggax.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Kamis, 12/11/2009 13:00 WIB

Aplikasi Pintar Lacak Penyakit Lewat Batuk
Santi Dwi Jayanti - detikinet


cough(Ist)

Jakarta - Aplikasi ponsel yang akan membantu warga di negara berkembang terkait masalah kesehatan, tengah dipersiapkan oleh para peneliti. Aplikasi ini bisa melacak penyakit yang diderita manusia, hanya lewat batuk yang dikeluarkan.

Para peneliti dari perusahaan bernama STAR Analytical Services kini sedang menggodok software untuk aplikasi tersebut. Dengan disokong dana sebesar US$ 100.000 dari Gates Foundation, mereka akan mewujudkan aplikasi yang saat ini tersedia sebagai aplikasi komputer, ke dalam aplikasi untuk ponsel.

Jika berhasil, maka software ini akan mampu menganalisa suara batuk manusia dan mengindentifikasinya, apakah ia masuk ke dalam demam biasa, flu, atau sesuatu yang lebih parah yang berkaitan dengan gangguan pernafasan. Software ini juga akan bisa menggolongkan batuk itu apakah termasuk batuk berdahak atau batuk kering dan apakah pengguna harus pergi ke dokter atau tidak.

Cara kerja software ini adalah dengan membandingkan suara batuk pemilik ponsel dengan database di dalamnya. Belum ada keterangan pasti kapan aplikasi ini akan dirilis, tapi dilansir detikINET dari NYTimes, Kamis (12/11/2009), para peneliti akan membutuhkan 1.000 contoh suara batuk sebelum database mereka siap dipakai.

Tentu saja pengembangan sofware tersebut, akan membantu masyarakat yang tinggal di negara berkembang. Mengingat, akses menuju kesehatan masih terbatas dibandingkan dengan negara maju. ( sha / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel