detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Muhammad Iqbal Annur  ″JELAS MAHAL LAH HANDPHONE GA DIBAWA MATI MENDING BUAT AMAL BUAT KEPERLUAN ? MASIH BANYAK UNTUK KELAS RAKYAT.. ″
  • KONTRA Wemphy  ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
26%   74% 

Selengkapnya


Minggu, 08/11/2009 14:45 WIB

'Awas, Jebakan Diskon Software Komersial'
Andrian Fauzi - detikinet


Ilustrasi (ist)

Jakarta - Jika dibandingkan dengan dulu, harga jual sistem operasi komersial memang jauh lebih murah. Hal ini dikarenakan sistem operasi komersil saat ini menggunakan sistem diskon dalam penjualannya. Namun diskon tersebut dianggap sebagai jebakan. Lho kenapa?

Saat ini sistem operasi komersial seperti Windows memang relatif lebih murah ketimbang dulu. Sebut saja sistem operasi Windows XP Profesional yang dibanderol sekitar Rp 800 ribu per lisensi. Bandingkan dengan 2 tahun lalu yang harga jualnya tak kurang dari Rp 1,5 juta per lisensi.

Murahnya sistem operasi tersebut justru dianggap sebagai sebuah jebakan. Pasalnya akan ada efek ketergantungan terhadap sistem operasi tersebut yang akhirnya membuat konsumen menjadi konsumtif.

Hal tersebut diungkapkan oleh Nana Suryana, peneliti Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) sekaligus salah seorang tim pengembang utama IGN 2009 (versi terbaru dari Distro Nusantara - red). Saat berbincang dengan detikINET, ia berpendapat penggunaan sistem operasi komersial akan memaksa pengguna untuk terus menggunakan sistem operasi tersebut.

"Kalau cuma beli kan cuma sekali saja. Tapi seperti layaknya software berbayar atau berlisensi, mereka diciptakan memang untuk membuat pemakainya tergantung. Pengguna akan dipaksa untuk mengikuti versi updatenya. Ini yang berbahaya," klaimnya disela-sela acara Seminar Nasional Tentang Open Source Software di Ballroom Hotel Jayakarta, Sabtu (7/11/2009) sore.

Dicontohkan oleh Nana, dari semua departemen yang ada dalam pemerintahan, Departemen Keuangan RI (Depkeu) lah yang dianggap paling boros belanja software. Hal ini dikarena ada satu aplikasi yang dipergunakan oleh Depkeu dan aplikasi tersebut hanya berjalan di sistem operasi Windows.

"Ada aplikasi yang bernama RKA-KL yang dibangun dari aplikasi Visual Fox Pro. Karenanya aplikasi ini hanya bisa berjalan di Windows," ungkapnya.

Ditanya berapa besar biaya yang dikeluarkan oleh Depkeu hanya untuk belanja software saja, Nana mengaku saat ini ada sekitar 32.000 unit satuan kerja Depkeu yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan semuanya saling terintegrasi.

"Hitung saja jika harga Windows XP Profesional sekarang sekitar Rp 800 ribu maka dikalikan 32.000 unit. Itu hanya untuk sistem operasinya saja. Belum aplikasi yang lainnya," terangnya. ( afz / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel