detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Muhammad Iqbal Annur  ″JELAS MAHAL LAH HANDPHONE GA DIBAWA MATI MENDING BUAT AMAL BUAT KEPERLUAN ? MASIH BANYAK UNTUK KELAS RAKYAT.. ″
  • KONTRA Wemphy  ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
26%   74% 

Selengkapnya


Minggu, 08/11/2009 12:09 WIB

Distro Linux Lokal Perlu Dukungan Vendor Komputer
Andrian Fauzi - detikinet


CD IGN 2009 (afz/inet)

Jakarta - Tidak terdeksinya perangkat keras kadang menjadi masalah bagi penggunaan open source. Padahal tidak mudah untuk membuat sebuah distro Linux yang lengkap mendeteksi perangkat keras.

Seperti versi teranyar dari Distro Nusantara yang dirilis dengan nama IGN 2009 ini. Open source besutan Pusat Penelitian Informatika (P2I) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini pun diklaim mampu mendeteksi 90 persen perangkat keras yang ada saat ini.

Diakui oleh Nana Suryana, peneliti sekaligus salah seorang tim pengembang utama IGN 2009 saat berbincang dengan detikINET, timnya berani mengklaim 90 persen mendeteksi perangkat keras setelah melakukan pengujian.

"Kita lakukan pengujian terlebih dulu sebelum dirilis resmi," ujarnya di sela-sela Seminar Nasional Tentang Open Source Software di Ballroom Hotel Jayakarta, Sabtu (7/11/2009).

Pun demikian, Nana juga mengaku saat ini pihaknya kekurangan perangkat untuk melakukan pengujian. Untuk versi terbarunya, tim pengembang hanya melakukan pengujian di sekitar 10 perangkat keras yang dimilikinya.

"Kita tidak punya perangkat yang cukup. Sehingga kita tidak bisa melakukan test bad yang cukup. Kita cukup kekurangan melakukan pengujiannya. Kita baru uji disekitar 10 perangkat yang kita miliki," ungkapnya.

Nana berharap ada vendor perangkat keras ataupun vendor notebook dan netbook yang mau bekerjasama dengan pihaknya. Jika ada kerjasama maka pihaknya bisa menyempurnakan Distro Nusantara.

"Deteksi hardware biasanya menjadi persoalan bagi user. Dengan kita lengkapi kemampuan distro ini untuk mendeteksi perangkat keras, maka user semakin mudah untuk menggunakannya," harapnya.

Proses pengembangan IGN 2009 sendiri memerlukan waktu 6 bulan. Sebanyak 6 orang tim pengembang utama bekerja keras membuat sistem operasi turunan dari Fedora ini.

"Kita terus mantapkan produk distro. Ada 6 orang tim utama yang bekerja selama 6 bulan. Dan rencananya untuk versi 2010 akan kita rilis pada semester pertama tahun depan," pungkasnya. ( afz / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel