detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Gunde Frendisia  ″1 reason, exclusivity. Harga yg pantas, tp cb bandingin sm HH android dgn harga lbh murah, hardware yg \"mungkin\" lbh superior, fitur OS.. ″
  • PRO maapgaptek  ″Ga papalah harga tinggi, demi menjaga gengsi dan biar terlihat gaul.. duit duit gw ini. Dan yang paling penting gw bisa poto2an lewat instagram.. ″
19%   81% 

Selengkapnya


Rabu, 14/10/2009 11:08 WIB
Laporan dari Thailand
Ajaran Wajanbolic Teobolic Menyebar ke Negara Tetangga
Penulis: Onno W. Purbo - detikinet


Onno W. Purbo (dok. pribadi)

Thailand - Di hari ke-dua training Wireless di Asia Institute of Technology diisi oleh Onno W. Purbo dari Indonesia atas dukungan dari Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. Onno W. Purbo juga seorang Adjunct Researcher (Peneliti Kehormatan) di Interlab AIT Thailand. Seluruh proses training didokumentasikan oleh rekan Deddy Tubagus dari e-lifestyle MetroTV.

Kebetulan Onno W. Purbo adalah salah satu trainer di Wireless University yang didukung oleh banyak teman-teman seperti Network Startup Resource Center (NSRC), NetworkTheWorld.org, Internet Society dll. Tidak heran jika dalam workshop ini kami menggunakan buku pegangan Wireless Networking for Developing Country WNDW yang e-book-nya dapat diambil dari situs WNDW. E-book tersebut telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan dapat diambil gratis di situs WNDW juga, maupun dalam bentuk Wiki.

Dari teman-teman NetworkTheWorld dan NSRC ini kami memperoleh dukungan banyak peralatan seperti Ubiquiti PowerStation2, Ubiquiti NanoStation dan Ubiquiti PicoStation yang merupakan salah satu peralatan Wireless terbaik di dunia saat ini. Tentunya di samping peralatan tersebut kita juga menggunakan peralatan Mikrotik buatan UFOAkses dan juga Linksys WRT54GL yang sudah di ubah menggunakan DD-WRT di dalam-nya.

Materi pelatihan sangat hands-on mulai dari cara menginstalasi peralatan wireless network, mengkonfigurasi peralatan, mendisain jaringan wireless di sebuah kota dan sedikit tentang teknik membuat antenna sendiri. Antenna Bazooka dan Antenna Wajanbolic menjadi menarik sekali bagi para peserta, yang juga akhirnya di adopsi menjadi Teobolic oleh rekan-rekan di Myanmar. Teo adalah Wajan di Myanmar.

Karena kami mempunyai alat cukup banyak dalam pelatihan dilakukan pertandingan untuk terlebih dulu mengkonfigurasi dan meng-on-kan Access Point yang akhirnya di menangkan oleh teman-teman dari Thailand. Peserta yang lumayan baik adalah dari Myanmar, Bangladesh dan Cambodia.

Pada kesempatan training Wireless di AIT Thailand ini, teman-teman dari AIT menampilkan karya mereka yang di beri nama DUMBO sebuah infrastuktur Internet wireless untuk Bencana alam yang dapat di operasikan tanpa menggunakan Access Point. DUMBO dapat beroperasi di peralatan Linksys, EeePC, bahkan handphone Nokia. DUMBO pada dasarnya adalah Wireless Mesh yang bekerja berdasarkan protokol routing OLSR yang open source.

Yang juga tampaknya sibuk dalam acara ini adalah Mas Deddy Tubagus dari MetroTV yang berkesempatan untuk mewawancara Presiden AIT. Juga meliput DUMBO dan CANALAVIS yang merupakan fasilitas video conference untuk pendidikan yang dikembangkan oleh Interlab di AIT. Saking sibuk-nya sampai-sampai baterai kamera sempat tertinggal di kantor presiden AIT, semoga bisa kembali ditemukan.

( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel