detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Pituhoppus  ″masalah harga itu relatif,, yg penting kepuasan. orang indo tu aneh wong cuma pemake aja pada berdebat kayak orang paling pinter sendiri. mbok dari.. ″
  • PRO khairul umam  ″kualitas oke , uang berlebihan ..oke2 aja tuch harga segitu bagi yg mampu :D  bagi ane hp jadul udh syukur :D  asal bsa nlpon n sms :D  ckckckckk.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Jumat, 21/08/2009 17:11 WIB

Nada Dering Lagu Bali 'Ancam' Lagu Artis Ibukota
Gede Suardana - detikinet


ilustrasi (ist)

Jakarta - Nada dering lagu Bali kian mendapat tempat di hati masyarakat Pulau Dewata. Nada dering yang selama ini didominasi oleh lagu-lagu dari artis ibukota kini mulai mendapat persaingan dari lagu Bali.

Lagu Bali semakin diminati karena selain easy listening, jenis aliran musik yang ditawarkan pun semakin beragam, mulai dari pop hingga rock yang bercita rasa Bali.

Beberapa lagu Bali yang kini wara wiri di tangga lagu radio, diantaranya lagu pop berjudul Somahe Memitre (Suami Selingkuh), Somahe Bebotoh (Suami Penjudi), Bangkung Ngamah Gula yang dipopulerkan oleh artis Bali D, Ulik.

Ada juga lagu Bali beraroma Regae, seperti Pul Si No Ge, Anak Pantai milik Joni Agung &
Double T. Lagu rock Bali beraliran alternatif Lolot Band pun kian diminati. Lagu Lolot Band yang kini meledak di Bali di antaranya Bobok Yuk, Matilar Nan Gatra, Tresna Guyu-Guyu.

Semakin maraknya lagu Bali memudahkan warga Bali mengganti nada dering. Para pemilik ponsel dapat memiliki lagu Bali terpopuler di tangga-tangga lagu sebagai nada dering ponsel mereka.

"Bosan sekali kan kalau kita hanya memakai nada dering yang sama terus," kata seorang ibu rumah tangga Kadek Wiyani yang menyukai lagu D. Ulik berjudul Somahe Memitre (Suami Selingkuh) sebagai nada dering handphonenya.

Lagi lagi, cerita siswa SMA di Denpasar Putu Dwipayana. Anak baru gede yang berpenampilan retro ini sangat mengidolakan Lolot Band, yang memang sedang naik daun di Bali. Lolot Band pun menjadi barometer band beraliran rock Bali.

 "Lagu baru milik Lolot Band selalu jadi nada dering di handphone. Makin asik dengerin lagu rock Bali. Nada dering saya saat ini  Bobok Yuk milik Lolot Band," ujar Dwipayana.

Di Bali pun terdapat beberapa label yang memproduksi lagu Bali yang kian eksis, diantaranya Januadi Record, Pregina Enterprise,
 
Berdasarkan data Top Download Lagu Bali Mei-Agustus yang dirilis PT Raba Komunikatama menempatkan lagu D. Ulik dengan lagu Somahe Memitre di tempat teratas disusul Joni Agung & Double T dengan lagu berjudul Pul Si No Ge serta lagu Bobok Yuk milik Lolot Band.

Pada bulan Agustus 2009, lagu-lagu D. Ulik bertengger di posisi teratas hingga ketiga dalam daftar Top Download yang diliris PT Raba Komunikatama di tiga provider dengan lagunya Somahe Bebotoh dan Bangkung Ngamah Gula. "Rangking dalam minggu terakhir, lagu-Lagu D. Ulik menempati posisi teratas yang  paling sering di-donwload pelanggan," ujar Marketing PT Raba Komunikatama Roby Nurjaya, Jumat (21/8/2009).

Persaingan Rebut Pasar Nada Dering Lagu Bali

Makin berkembangnya industri lagu Bali di Pulau Dewata menarik minat para operator untuk menjadikannya sebagai ladang bisnis. Sejumlah provider pun bersaing di bisnis nada dering lagu Bali di Bali, yaitu Telkomsel, Flexi, Indosat dan XL. 

PT Telkomsel Bali Nusra berupaya merebut pasar nada dering di Bali. Telkomsel berinovasi dengan menjadikan penyanyi Bali terpopuler, Dek Ulik dan komedian favorit Bali, Lolak terpilih sebagai ikon pertama pengisi konten layanan.

Manager GraPARI Denpasar, Hendrat Widjanarko mengatakan Telkomsel ingin pelanggan di Bali mengenal lebih dekat penyanyi Bali.

Telkomsel juga telah memfasilitasi lagu-lagu pop berbahasa Bali hits dari Dek Ulik sebagai nada dering. Sementara nada dering celotehan lucu Lolak dalam waktu dekat ini akan segera dirilis bersama dengan nada dering dari artis Bali lainnya. "Kami memilih Dek Ulik dan Lolak untuk layanan ini karena keduanya memiliki ciri khas masing-masing karena mengusung kekhasan Bali," kata Yulianto dari Plasma Mobile

Cahyo menjelaskan, sejak Telkomsel memperkenalkan inovasi nada dering di Indonesia pada Agustus 2004, kini telah mendapat respon positif di mana tercatat sekitar 4,5 juta pelanggan Telkomsel secara nasional telah memanfaatkan layanan ini. ( gds / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel