detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Muhammad Iqbal Annur  ″JELAS MAHAL LAH HANDPHONE GA DIBAWA MATI MENDING BUAT AMAL BUAT KEPERLUAN ? MASIH BANYAK UNTUK KELAS RAKYAT.. ″
  • KONTRA Wemphy  ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
26%   74% 

Selengkapnya


Jumat, 31/07/2009 19:04 WIB

First Media Siap Pasarkan Wimax Rp 100 Ribu
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


ilustrasi (inet)

Jakarta - First Media sebagai salah satu pemenang tender broadband wireless access (BWA) di zona termahal (Jabotabek dan Banten) mengaku siap untuk memasarkan akses jaringan layanan Wimax dengan tarif langganan Rp 100 ribu.

Menurut Direktur First Media, Dicky Mochtar, harga itu sudah melakukan kajian analisis komprehensif agar akses layanan bisa cepat dinikmati masyarakat. Dengan demikian, investasi mahal yang telah dikeluarkan perusahaan milik grup Lippo itu bisa kembali sesuai dengan rencana bisnis.

"Di tahun pertama kami harap bisa meraih 150 sampai 300 ribu pelanggan Wimax di Jabotabek dan Banten dengan biaya akses berlangganan Rp 100 ribu," ujarnya seusai peresmian pemenang BWA di gedung Depkominfo, Jakarta, Jumat (31/7/2009).

First Media sendiri menawar frekuensi di zona tersebut senilai Rp 15,16 miliar untuk satu blok 15 MHz. Nilai itu cuma up front fee untuk biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi dengan total setiap tahunnya Rp 121,201 miliar dalam setahun.

Frekuensi tersebut menjadi hak guna First Media selama 10 tahun dengan nilai total BHP yang harus disetor ke negara sejumlah Rp 1,23 triliun.

Dengan harga frekuensi yang sedemikian tinggi, Dicky mengakui, awalnya akan sulit untuk memasarkan akses internet dengan harga murah jika mengacu pada jumlah pelanggan saat ini. Namun ia percaya harga akan terus turun seiring meningkatnya akses dan jumlah pelanggan.

"Dengan demand yang tinggi dan berkaca pada pertumbuhan pengguna internet lima tahun terakhir, kami yakin harga yang dianggap mahal akan jadi murah jika penggunanya berlipat ganda," pungkasnya.

First Media sendiri masih dalam tahap mempersiapkan jaringan dan perangkat terminal pelanggannya. Perusahaan yang punya afiliasi dengan Direct Vision (penyedia siaran berbayar Astro) ini akan menggandeng sejumlah perusahaan yang mampu memenuhi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 40% untuk base station dan 30% untuk modem pelanggan.

"Mudah-mudahan kuartal keempat tahun ini sudah bisa mulai jalan," tandas Dicky.

( rou / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel