detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Fikri Farezz  ″Mahal wajar2 saja, ini Hp akan terasa sangat bermanfaat dan harganya pun menjanjikan bagi org2 pinter di bidang IT, tapi klo cuma buat sms &.. ″
  • PRO Pituhoppus  ″masalah harga itu relatif,, yg penting kepuasan. orang indo tu aneh wong cuma pemake aja pada berdebat kayak orang paling pinter sendiri. mbok dari.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Rabu, 29/07/2009 18:25 WIB

Dahsyatnya Kekuatan Pembaca di Era Internet
Fransiska Ari Wahyu - detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Saat ini telah terjadi pergeseran perilaku masyarakat dalam tren pengkonsumsi konten. Awalnya mereka berperan hanya sebagai konsumen yang pasif menerima informasi, kemudian bergeser menjadi konsumen dan produsen. Kini masyarakat memiliki kekuatan untuk berperan sebagai produsen, konsumen, maupun kolaborasi keduanya.

Seperti dicontohkan oleh Budiono Darsono, Pimpinan Redaksi Detikcom dalam seminar bertajuk 'Strategi Menghadapi Krisis Manajemen di Internet' di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (29/7/2009).

"Reporter melaporkan suatu peristiwa kemudian di-publish di media, masyarakat membaca. Pembaca juga bisa memberikan informasi kepada media, kemudian media
memuat berita dari informasi pembaca tersebut," jelasnya.

Misalnya saja, lanjut Budiono, saat bom di Marriot-Ritz Carlton meledak kemarin. Ada pembaca yang memberikan informasi kejadian tersebut kepada media, walaupun baru informasi awal tentang adanya ledakan di sebelah Hotel JW Marriot.

Tak hanya itu, pembaca juga bisa aktif berpartisipasi dengan mengirim komentar menanggapi suatu berita atau mengirim surat pembaca. Menjamurnya situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter serta berkembangnya blog juga memudahkan masyarakat menyampaikan suatu informasi atau keluhan.

Disinggung perihal komentar kotor berisi sumpah serapah dari pembaca yang sering ditemui di media online, Budiono menyebutkan bahwa saat ini masih merupakan era pembelajaran, dimana orang memiliki kebebasan berpendapat. Namun pria humoris ini optimistis masyarakat akan semakin baik, semakin pintar dan lambat laun komentar-komentar kotor akan berkurang.

( faw / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel