Berita Terbaru
-
Rabu, 08/02/2012 13:38 WIB
Bakrie Telecom Kantongi ULO Seluler -
Selasa, 07/02/2012 20:39 WIB
Navcore dan AMP Tanggapi Surat Peringatan BRTI -
Selasa, 07/02/2012 15:13 WIB
BRTI Rilis Nama CP 'Pencuri Pulsa' -
Senin, 06/02/2012 17:03 WIB
Pengguna e-Money Diproyeksi Tumbuh Jadi 12 Juta -
Senin, 06/02/2012 12:03 WIB
Penyalahgunaan Frekuensi 3G
Menkominfo Yakinkan Kejagung IM2 Tak Bersalah -
Senin, 06/02/2012 07:45 WIB
Indosat Dorong UKM Manfaatkan Internet
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Rabu, 08/02/2012 14:22 WIB
Duh! 4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah'
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA Muhammad Iqbal Annur ″JELAS MAHAL LAH HANDPHONE GA DIBAWA MATI MENDING BUAT AMAL BUAT KEPERLUAN ? MASIH BANYAK UNTUK KELAS RAKYAT.. ″
- KONTRA Wemphy ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
26%
74%
Selengkapnya
Bom Marriot & Ritz
Andai Saja Registrasi Prabayar Sukses
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Ilustrasi (Ist.)
Sayangnya tidak. Program registrasi prabayar 4444 bisa dibilang tidak sukses -- kalau tak mau dibilang gagal total. Tak sampai 5% dari total sekitar 160 juta nomor telepon prabayar yang aktif, mau mengungkap data valid tentang jati diri penggunanya.
"Kelemahan dari program registrasi prabayar ini memang dari minimnya validasi data yang berhasil dikumpulkan operator," keluh Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto kepada detikINET, Rabu (22/7/2009).
Minimnya tingkat validasi data pelanggan prabayar bisa dikarenakan dua hal. Operator yang tidak serius untuk 'jemput bola' dan tidak tegas untuk menghanguskan nomor yang invalid, juga karena rendahnya kesadaran dari para pelanggan untuk mengungkap jati dirinya.
Pelanggan yang asal-asalan mengisi form registrasi pun dengan mudah tetap bisa menggunakan layanan telekomunikasi. Prabayar jelas beda dengan pascabayar. Pelanggan pasca sudah terlebih dulu terdaftar keterangan jati dirinya di operator, tidak dengan prabayar.
"Mungkin rendahnya kesadaran untuk validasi karena banyak yang khawatir data pribadinya disalahgunakan. Padahal seharusnya tak perlu khawatir, karena kerahasiaan data dilindungi undang-undang. Hanya Jaksa Agung, Kapolri, dan menteri terkait telekomunikasi yang boleh membuka data rahasia pelanggan. Itu pun untuk kasus yang urgensinya tinggi," jelas Gatot.
Mungkin terlalu naif jika mengklaim bisa 100% mencegah insiden pengeboman ini terjadi jika registrasi prabayar sukses. Namun setidaknya, pelaku bisa dengan mudah teridentifikasi untuk ditangkap dan ditelusuri keberadaannya. Sayangnya tidak. Dan penyesalan selalu datang belakangan.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Rabu, 08/02/2012 17:08
Nokia akan PHK 4.000 Karyawan - Rabu, 08/02/2012 18:45
Heboh, Facebook Kabarkan Perang Dunia 3 - Rabu, 08/02/2012 16:10
BlackBerry Diklaim Nomor 1 di Sejumlah Negara, Indonesia? - Rabu, 08/02/2012 15:00
Galaxy S III Jadi Smartphone Tertipis di Dunia? - Rabu, 08/02/2012 11:29
Mengintip Tes Daya Tahan yang Dijalani BlackBerry
Komentar Terpopuler
- Rabu, 01/02/2012 14:37 WIB
Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? - Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Rabu, 01/02/2012 13:14 WIB
6 Alasan Pebisnis Tinggalkan BlackBerry - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Polresta Samarinda Dituding Hilangkan Barang Bukti Rp 10 Miliar
- Kembangkan Kasus Pencurian Brankas, Polda Bali Sambangi Polres Depok





Sending your message


---125x125.gif)
