detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
  • KONTRA Dhyän Nuryadin  ″jiahhh jelas mahal lahhh....siri could...... klbhn yang pasti jrng d gnkn..... yg ada cuma gengsinya tinggi....klw d tenteng d tmpt rame banggax.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Jumat, 10/07/2009 11:23 WIB

Irak Pantau Aktivitas Teroris dari Ponsel
Ardhi Suryadhi - detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Regulator telekomunikasi di Irak menerapkan kebijakan tegas dalam mengatur peredaran SIM Card pengguna telepon seluler. Bagi pengguna yang masih ngeyel tak melakukan registrasi, siap-siap saja dibuat meringis lantaran kartu mereka tak bisa digunakan.

Salah satu operator telekomunikasi setempat, Asiacell misalnya, baru saja memutuskan sambungan sekitar 500 ribu SIM Card yang tidak teregistrasi. Langkah tegas tersebut dilakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah yang dibentuk pasca jatuhnya rezim Saddam Hussein itu.

Pemerintah Irak memang tak mau mengambil risiko dengan beredarnya sejumlah SIM Card tanpa tuan ini. Pasalnya dikhawatirkan, dari hal yang mungkin dianggap sebagian orang sepele itulah dapat memicu gangguan atau bahkan masalah yang mendera penduduknya.

Bahkan, dilansir detikINET dari Cellular News, Jumat (10/7/2009), pemerintah Irak juga khawatir bahwa ponsel dimanfaatkan untuk kegiatan teroris dalam mempersiapkan atau melancarkan aksinya.

Diar Ahmed, CEO Asiacell berharap, para pelanggan mereka dapat mengambil hikmah dari aksi 'tangan besi' yang dilakukan perusahaannya tersebut. Sebab, menurutnya, hal itu demi kebaikan mereka bersama.

"Kami berterima kasih kepada para penduduk yang telah mendukung kami dalam menjalankan misi ini. Dan kami akan terus menjaga pelayanan dan kualitas sektor telekomunikasi di Irak demi menciptakan pertumbuhan ekonomi dan membantu dalam membangun Irak yang baru," tandasnya. ( ash / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel