detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Bjodjojo Séptìäñö Lìü  ″Gak pantas banget.. ″
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Rabu, 01/07/2009 15:57 WIB

Software Lokal pun Mampu Keliling Dunia
Ardhi Suryadhi - detikinet


Materi Cermin dan Lensa (pesonaedu)

Jakarta - Siapa bilang software lokal tak bisa bersaing dengan buatan vendor asing? Buktinya, meski berstatus 'buatan lokal' namun sudah banyak software-software anak negeri yang menjelajah dunia.

Salah satunya adalah PT Pesona Edu yang juga merupakan anggota lokal baru Business Software Alliance. Simon Bone, General Manager Sales & Marketing PT Pesona Edu mengatakan bahwa software pendidikan yang dibuat perusahaannya sudah tersebar ke 23 negara di dunia.

Dan yang lebih membanggakan lagi software ini dibuat seluruhnya oleh anak bangsa. "Kami juga telah memiliki 4 regional di negara ASEAN," ujarnya di sela acara pengumuman anggota baru BSA di Restauran Sate Senayan Jakarta, Rabu (1/7/2009).

Perusahaan lain yang juga telah menangguk sukses di pasar software dunia adalah PT Mitrais. Wiwie Haris, Direktur PT Mitrais bahkan mengaku bahwa softwarenya lebih dikenal di negara lain ketimbang di tempar asalnya.

Padahal PT Mitrais berasal dari Bali, namun mampu mengembangkan sayap bisnisnya di Malaysia, Australia hingga Afrika. Software yang dibuatnya lebih menyasar para software house yang juga ingin membuat suatu piranti lunak.

Inilah sedikit dari sejumlah prestasi software lokal yang mampu menaklukkan dunia. Belum pula dihitung berapa banyak putra-putri bangsa yang direkrut perusahaan asing sebagai developer.    

Sayangnya, bukti sahih tersebut terkadang masih dianggap kurang untuk meyakinkan bagaimana kualitas software buatan anak negeri di rumah sendiri. Tak heran jika masih ada saja yang memandangnya sebelah mata.

"Harusnya tak ada alasan software lokal dianggap tidak layak," tandas Simon. ( ash / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel