detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
  • KONTRA Dhyän Nuryadin  ″jiahhh jelas mahal lahhh....siri could...... klbhn yang pasti jrng d gnkn..... yg ada cuma gengsinya tinggi....klw d tenteng d tmpt rame banggax.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Rabu, 24/06/2009 11:14 WIB

Duet Intel-Nokia Siap Guncang Pasar Ponsel
Fino Yurio Kristo - detikinet


Ilustrasi (cnet)

San Francisco - Nokia, vendor ponsel terbesar dunia sepakat bekerja sama dengan produsen chip nomor satu, Intel. Kolaborasi dua raksasa teknologi ini diprediksi bakal mengguncang pasar mobile dengan menciptakan perangkat baru yang revolusioner, dari smartphone hingga netbook.

"Kolaborasi ini bakal mendorong kesempatan meraih pendapatan baru untuk kedua perusahaan dan membentuk era komputer mobile selanjutnya," tukas Anand Chandrasekher, Senior Vice President Intel yang dilansir BBC dan dikutip detikINET, Rabu (24/6/2009).

Kedua perusahaan menyatakan kemitraan ini bakal berpusat pada beberapa proyek software Open Source, yakni Moblin yang dikembangkan Intel dan sistem operasi Maemo dari Nokia. Intel juga bakal meraih lisensi Nokia yang digunakan dalam chip modem untuk berhubungan dengan jaringan 3G.

Meski demikian, kedua perusahaan belum memastikan produk seperti apa yang bakal mereka hasilkan. Pihak Nokia yang diwakili Kai Oistamo selaku Executive Vice President for Devices belum menyebutkan detail produk yang bakal dibuat meski mengumbar sejumlah janji.

"Kami bakal mengeksplorasi ide baru dalam soal desain, material dan layar yang akan berada jauh di atas perangkat dan layanan yang ada di pasaran sekarang ini," tutur Oistamo.

Para analis teknologi menyambut gembira kerja sama antara Intel dan Nokia ini. Will Strauss selaku analis di Forward Concepts menilai Intel lama mencoba memasuki pasar mobile yang merupakan masa depan teknologi. Dengan menggandeng Nokia selaku produsen handset terbesar dunia, Intel pun mendapat sejumlah keuntungan.

Sedangkan bagi Nokia, kolaborasi dengan Intel bisa berarti langkah awal untuk memasuki pasar notebook ataupun netbook. Sebab nama besar Intel di pasar komputer jinjing bakal meningkatkan daya saing Nokia.

Adapun Gerri Purdy, pengamat dari Frost & Sullivan menganggap duet ini menguntungkan kedua pihak. Produk yang bakal dihasilkan, meski mungkin masih lama diluncurkan, punya potensi besar untuk mengguncang pasar handset. ( fyk / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel