Berita Terbaru
-
Jumat, 10/02/2012 18:10 WIB
Google Ciptakan Sistem Home Entertainment -
Jumat, 10/02/2012 08:02 WIB
Duh, Putus Pertemanan di Facebook Berujung Pembunuhan -
Jumat, 10/02/2012 07:04 WIB
Google Chrome 17 Tampil Lebih Ngebut -
Kamis, 09/02/2012 18:53 WIB
Ini Dia 10 Finalis Do Network Lenovo -
Kamis, 09/02/2012 13:08 WIB
Berharap Lahirnya Mark Zuckerberg 'Made in Indonesia' -
Kamis, 09/02/2012 11:18 WIB
Diancam Mau Didemo, Apple Tegaskan Peduli Nasib Buruh
Indeks Berita
Forum I-Net
Pro Kontra
- KONTRA arsir555 ″Yang pro ataupun yang mampu beli sebenarnya ga terlalu paham apa saja kelebihan iPhone. Mereka hanya sok-sok-an aja kok biar kelihatan keren padahal.. ″
- KONTRA Denny Suprapto A Sanchez ″Klo mnurut gue ipone 4s termaksud mahal. Lebih baik pilih Android jimamin puass. Gue lebih pilih samsung ketimbang ipone.. ″
27%
73%
Selengkapnya
Satelit Mikro LAPAN Pantau Pembangunan Suramadu
Ardhi Suryadhi - detikinet
Jembatan Suramadu via Satelit (lapan)
Data hasil rekaman video satelit jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura tersebut diperoleh pada 23 Mei 2007, 19 Agustus 2008, dan 10 Maret 2009.
Data satelit mikro LAPAN-TUBSAT pada 23 Mei 2007 memperlihatkan tiang-tiang penyangga jembatan yang telah berdiri. Bentangan jembatan mulai terpasang, namun bentangannya masih berada di dekat pantai.
Sementara data yang diambil pada 19 Agustus 2008 merupakan data terbaik karena saat itu cuaca bersih dan kurang berawan. Dari rekaman tersebut terlihat tiang-tiang utama jembatan Suramadu telah berdiri.
Pembangunan bentangannya telah jauh menuju Selat Madura, namun belum mencapai kedudukan tiang-tiang utama jembatan tersebut. Maksudnya, jembatan masih belum menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura.
Tahun berganti atau tepatnya pada 10 Maret 2009, Citra LAPAN-TUBSAT menunjukkan bentangan jembatan sudah menghubungkan ibu kota Jawa Timur dengan Pulau Madura, namun kegiatan pembangunan masih berlangsung.
Selain pembangunan jembatan Suramadu, ketiga citra satelit tersebut memperlihatkan keadaan lingkungan pantai Pulau Madura dan kota Surabaya. Selain itu citra satelit juga merekam keadaan air laut sekitar Selat Madura serta tata ruang kota dan pantai.
Dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Rabu (10/6/2009), satelit LAPAN-TUBSAT membawa muatan dua buah kamera video TV PAL. Satu kamera bercakupan lebar dengan resolusi ketajaman gambar permukaan bumi 200 meter dengan cakupan gambar 81 km. Kamera lainnya berresolusi tinggi dengan ketajaman gambar permukaan bumi 5 meter dengan cakupan 3,5 km.
Satelit tersebut berada pada orbit kutub sinkron matahari (sun-synchronous polar orbit) dengan ketinggian sekitar 635 km dan berukuran 45x45x27 cm serta memiliki berat 57 kg.
Satelit LAPAN-TUBSAT dibuat dan diuji oleh ahli-ahli Indonesia pada program pembangunan kemandirian teknologi satelit di LAPAN bekerjasama dengan Technical University Berlin di Jerman.
Satelit ini diluncurkan pada 10 Januari 2007 oleh Polar Satellite Launch Vehicle-C7 (PSLV-C7) milik Indian Space Research Organization (ISRO) dari Sriharikota, India dan diluncurkan bersamaan dengan satelit Cartosat-2 dan SRE.
( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Sabtu, 11/02/2012 11:40
Filter & Fitur Anyar di Instagram Versi Terbaru - Sabtu, 11/02/2012 15:58
Aplikasi Gratis untuk Komunikasi via iPad - Sabtu, 11/02/2012 14:32
'Perang Tarif Usai, Saatnya Perang Kualitas' - Jumat, 10/02/2012 17:17
LG: BlackBerry Hanya Mengandalkan BBM - Sabtu, 11/02/2012 16:57
Indonesia Bisa Jadi Pusat Bisnis e-Commerce Global
Komentar Terpopuler
- Jumat, 10/02/2012 17:17 WIB
LG: BlackBerry Hanya Mengandalkan BBM - Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone - Selasa, 07/02/2012 14:58 WIB
Ini Dia Ponsel yang Paling Kuat di Suhu Beku
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Prof. Sofjan: Anggota DPR Lebih dari Binatang
- Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya






Sending your message


---125x125.gif)
