detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
  • KONTRA Dhyän Nuryadin  ″jiahhh jelas mahal lahhh....siri could...... klbhn yang pasti jrng d gnkn..... yg ada cuma gengsinya tinggi....klw d tenteng d tmpt rame banggax.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Kamis, 28/05/2009 12:56 WIB

Blogger 'Panas' Menangkan Kasus di China
Santi Dwi Jayanti - detikinet


ilustrasi (Martin Kingsley/flickr/cc)

Beijing - Pemerintah China memang terkenal sangat ketat jika sudah memasuki ranah maya. Namun, sebuah kasus yang dimenangkan oleh seorang blogger yang mengusung isu sensitif dan 'panas', membawa sedikit angin segar di sana.

Awal 2009, seorang blogger sekaligus profesor ekonomi Hu Xingdou harus rela websitenya 'dikuburkan' karena mengangkat isu-isu 'gawat'. Ia dikenal karena melahirkan diskusi panas yang berisi topik tentang korupsi yang dilakukan oleh pemerintah hingga kebrutalan polisi di sana.

Akibatnya, Xin Net, tempat Hu mendaftarkan domainnya, mendapat 'utusan dari atas' untuk menutup website miliknya. Tidak terima, Hu lantas mengajukan kasus ini ke pengadilan.

Tidak disangka-sangka, pengadilan distrik Daxing memenangkan Hu dalam kasus tersebut. Sesuai dengan kontrak ISP antara Xin Net dan Hu, seharusnya sebelum ditutup Hu memiliki kesempatan terlebih dulu untuk mencabut atau mengubah konten yang ia tulis.

Selain itu, Xin Net juga tidak memiliki bukti mengenai konten ilegal yang dituduhkan. Tak hanya itu, Xin Net malah diharuskan untuk membiayai website milik Hu selama 2 tahun atau sebesar US$201.

Keputusan pengadilan itu-- yang dikutip detikINET dari Arstechnica, Kamis (28/5/2009) -- diharapkan bisa menjadi teladan untuk penyensoran online di Negeri Tirai Bambu tersebut. "Hal ini merupakan tanda peringatan pada penguasa serta para pengawas internet", ungkap Hu.

( sha / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel