Berita Terbaru
-
Rabu, 08/02/2012 13:38 WIB
Bakrie Telecom Kantongi ULO Seluler -
Selasa, 07/02/2012 20:39 WIB
Navcore dan AMP Tanggapi Surat Peringatan BRTI -
Selasa, 07/02/2012 15:13 WIB
BRTI Rilis Nama CP 'Pencuri Pulsa' -
Senin, 06/02/2012 17:03 WIB
Pengguna e-Money Diproyeksi Tumbuh Jadi 12 Juta -
Senin, 06/02/2012 12:03 WIB
Penyalahgunaan Frekuensi 3G
Menkominfo Yakinkan Kejagung IM2 Tak Bersalah -
Senin, 06/02/2012 07:45 WIB
Indosat Dorong UKM Manfaatkan Internet
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Rabu, 08/02/2012 14:22 WIB
Duh! 4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah'
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA Muhammad Iqbal Annur ″JELAS MAHAL LAH HANDPHONE GA DIBAWA MATI MENDING BUAT AMAL BUAT KEPERLUAN ? MASIH BANYAK UNTUK KELAS RAKYAT.. ″
- KONTRA Wemphy ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
26%
74%
Selengkapnya
Menristek: WiMax Jangan Sampai 'Gagal'
Andrian Fauzi - detikinet
Kusmayanto Kadiman (inet)
"Sudah cukup sampai di sini saja. Kita jangan sampai seperti saat GSM dan CDMA masuk ke sini. Kita hanya jadi konsumen saja, tanpa memiliki kesempatan untuk ikut menikmati pasarnya," kata Menristek Kusmayanto Kadiman kepada detikINET usai launching software jBatik v 2.0 di Blitz, Parisj Van Java, Rabu (27/5/2009).
Menurut pria penggemar bonsai ini, sudah waktunya Indonesia memanfaatkan jumlah populasi yang besar sebagai kekuatan.
"Sekarang dibalik, bukan saatnya lagi berpikir untuk memberi makan 240 juta mulut. Tapi dari 240 juta ini bisa menghasilkan ide kreatif seperti apa yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis," katanya.
Kaitannya dengan WiMax, Kusmayanto menegaskan bahwa industri lokal tetap harus masuk dalam proyek WiMax. Walaupun secara teknologi belum sempurna betul, namun hal itu lebih bagus ketimbang seluruh perangkat diimpor seperti yang sudah terjadi pada layanan 2G dan 3G.
"Daripada kayak kemarin. Kita harus paksa industri lokal untuk terus mengembangkan produknya," tegasnya.
Disinggung mengenai kewajiban performa operator pemenang tender, dia mengungkapkan situasi itu bisa disiasati dengan menurunkan tingkat kandungan lokal yang wajib dipenuhi operator.
"Ini yang menjadi masalah. Sekarang saya tanya, lebih baik standarnya diturunkan tapi nanti industri lokal jadi tumbuh semua. Atau standarnya langsung tinggi, tapi hanya sekali itu saja? Kalau saya memilih diturunkan asal terus tumbuh," ungkapnya
Kusmayanto juga mengatakan bahwa pemerintah bisa saja melakukan intervensi. Walaupun saat terjadinya intervensi akan menimbulkan tendensi negatif, namun Kusmayanto yakin bahwa untuk sesuatu yang baik maka intervensi bisa dilakukan.
"Dulu GSM sampai muncul istilah Geser Sedikit Mati. Karena sangking jeleknya. Tapi toh orang masih pada pakai saat itu. Tapi kan lambat laun membaik, begitu pula dengan tender WiMax. Kalau jelek di awal ya harap sabar. Pasti akan semakin baik kok," pungkasnya.
( afz / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Rabu, 08/02/2012 17:08
Nokia akan PHK 4.000 Karyawan - Rabu, 08/02/2012 18:45
Heboh, Facebook Kabarkan Perang Dunia 3 - Rabu, 08/02/2012 16:10
BlackBerry Diklaim Nomor 1 di Sejumlah Negara, Indonesia? - Rabu, 08/02/2012 15:00
Galaxy S III Jadi Smartphone Tertipis di Dunia? - Rabu, 08/02/2012 11:29
Mengintip Tes Daya Tahan yang Dijalani BlackBerry
Komentar Terpopuler
- Rabu, 01/02/2012 14:37 WIB
Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? - Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Rabu, 01/02/2012 13:14 WIB
6 Alasan Pebisnis Tinggalkan BlackBerry - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Polresta Samarinda Dituding Hilangkan Barang Bukti Rp 10 Miliar
- Kembangkan Kasus Pencurian Brankas, Polda Bali Sambangi Polres Depok





Sending your message


---125x125.gif)
