detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO pramana putra  ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
  • PRO pramana putra  ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
29%   71% 

Selengkapnya


Minggu, 24/05/2009 13:03 WIB

Uji Hasil Belajar, Maranatha Gelar Kompetisi Robot
Andrian Fauzi - detikinet


suasana kompetisi (afz/inet)

Bandung - Ingin menguji hasil belajar robotika selama setahun ini, Laboratorium Robotika dan Mekatronika, Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha Bandung menggelar kompetisi robot Line Follower Bot, Sabtu (23/5/2009).

Muliady, Kepala Laboratorium Robotika dan Mekatronika sekaligus ketua pelaksana kegiatan ini menuturkan bahwa kompetisi tersebut adalah sebagai sarana untuk mengevaluasi kegiatan ekstrakurikuler robotika di SMP BPK Penabur.

"Selama ini kita bekerja sama dengan SMP BPK Penabur untuk kegiatan ekstrakurikuler robotika di sekolah mereka. Setelah mereka mendapatkan pengetahuan secara teori dan praktek, sekarang adalah saatnya untuk berkompetisi," tuturnya kepada detikINET.

Kompetisi ini diikuti oleh 10 tim SMP BPK 1 Penabur, BPK 5 Penabur dan BPK Holis Penabur. Masing-masing tim terdiri atas dua orang.

Ditanya mengenai jenis kompetisinya, Muliady mengaku bahwa Line Follower merupakan dasar dari kontes robot. Ditambah saat ini para peserta baru belajar tentang Line Follower.

"Karena mereka juga baru belajar yang dasar, ditambah memang kita baru pertama kali buat kontes robot. Mungkin setelah ini baru kita akan bikin fire fighting robot contest seperti di KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia - red)," ungkapnya penuh semangat.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi yakni perakitan dan pemrograman serta kontes robot hasil rakitannya sendiri. Area kontesnya pun dibagi menjadi empat check point. Dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Peserta lomba diwajibkanuntuk menyelesaikan misinya.

"Satu kali putaran, masing-masing tim diberikan waktu maksimal 5 menit. Kontesnya dibagi menjadi 3 putaran. Tim yang berhasil mengumpulkan poin dengan estimasi waktu paling sedikit, dialah yang menang," terangnya.

Walaupun robot yang dipakai dalam kontes tersebut adalah RoboBOX, robot edukasi dari Thailand. Namun hasil rakitannya berbeda antara satu tim dengan yang lainnya.

"Robot hasil rakitan mereka bisa beragam. Ada yang hanya menggunakan satu roda, banyak roda seperti roda tank, Pokoknya tergantung kreativitas dan kemampuan mereka menganalisa masalah," ujarnya.
( afz / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel