detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Bjodjojo Séptìäñö Lìü  ″Gak pantas banget.. ″
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Kamis, 14/05/2009 07:15 WIB

Polisi Pakai GPS Ilegal Tuai Perdebatan
Santi Dwi Jayanti - detikinet


Ilustrasi (expandmywealth)

New York - Tanpa berbekal surat perintah, polisi negara bagian di New York nekat menggunakan GPS untuk membuntuti seseorang yang diduga pelaku kriminal. Secara diam-diam mereka menempatkan alat navigasi tersebut ke dalam bumper mobil van si tersangka bernama Scott C. Weaver.

Penempatan GPS secara ilegal ini dilakukan 21 Desember 2005. Saat itu investigator polisi negara bagian merangkak ke bawah van Weaver yang sedang diparkir di pinggir jalan dan menempatkan Q-ball, nama GPS tersebut ke dalam bumper.

Tidak jelas alasannya kenapa Weaver sampai dimatai-matai dengan GPS. Diduga dia pernah terlibat dalam dua kali percobaan pencurian.

Dikutip detikINET dari NYTimes, Kamis (14/5/2009), Q-bal tersebut berada di dalam bumper van Weaver selama 65 hari. Namun rupanya hal ini menimbulkan masalah. Para polisi tersebut dituduh telah melanggar privasi seseorang, sehingga persoalan ini pun ikut terseret ke pengadilan.

Di meja hijau, terdapat tiga opini berbeda mengenai hal tersebut. Para juri berdebat mengenai benar tidaknya penggunaan GPS sebagai alat pelacak. Kasus ini menjadi penting karena akan menjadi patokan bagi polisi-polisi lokal hingga negara bagian.
( faw / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel