detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Bagas Nugraha  ″Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? Mending ga usah koment yg ga pernah pake iphone.. Hahahahah.. ″
  • KONTRA John Banthink  ″hahhahaha.... marketingnya apel kebakaran jenggot... dasar budak yahudi..... ″
25%   75% 

Selengkapnya


Minggu, 10/05/2009 11:00 WIB

Banyak Orang Tua Anggap Robot Cuma Mainan
Andrian Fauzi - detikinet


Logo SCI-ROBO (afz/inet)

Bandung - Tidak bisa dipungkiri saat ini masyarakat masih menganggap robot adalah mainan. Celakanya, tak jarang orang tua menganggap robot hanya membuang-buang waktu dan biaya semata.

"Saat ini masih banyak orang tua yang menganggap robot adalah mainan semata. Padahal banyak nilai yang bisa digali dari robot," kata Lenny I Gunawidjaja dari IT Leisur and Education Pte Ltd (ITLE) saat berbincang dengan detikINET usai acara kompetisi dan eksibisi robotika untuk anak dan remaja SCI-ROBO 2009 di Braga City Walk, Sabtu (9/5/2009) sore.

ITLE adalah lembaga pendidikan bidang multimedia, teknologi dan robotika serta sains yang didirikan di Singapura pada 2002 silam. Di Indonesia, ITLE ada di Jakarta sejak 3 tahun lalu. Dan baru pada Juli 2008, mereka membuka authorized Licensee di Bandung.

"Kami memiliki misi edukasi ke masyarakat. Karenanya tahun 2008 kami buka di
Bandung, dan ada 5 center kami di Bandung," ungkapnya. Center tersebut berada di
Batununggal, Mekarwangi, Taman Kopo Indah, Antapani dan Sukajadi.

Senada dengan Lenny, Ferryanto Chandra dari IT Leisur and Educatieon Pte Ltd
(ITLE) juga menambahkan bahwa kendala terbesar dalam mengedukasi masyarakat
tentang robot adalah orang tua yang menganggap robot adalah mainan.

"Ini yang paling sulit. Kalau untuk masalah harga, saya pikir terjangkau. Tapi paradigma robot adalah mainan, inilah yang harus kita luruskan," tegasnya.

Karenanya, dalam rangka mengedukasi orang tua, ITLE getol berkerjasama dengan
sekolah-sekolah. Kerjasama tersebut dilakukan dalam bentuk mata pelajaran
ekstrakulikuler bagi siswa mulai dari kelas 3 SD hingga SMU. Kurikulum robotika
pun mereka sediakan.

"Di Bandung, kami sudah bekerjasama dengan beberapa sekolah. Dan tahun ajaran
baru 2009/2010 sudah ada 10 sekolah lainnya yang ingin mengikutsertakan program
kami dalam kegiatan ekstrakuikulernya," kata Lenny menutup pembicaraan. ( afz / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel