detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Bjodjojo Séptìäñö Lìü  ″Gak pantas banget.. ″
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Minggu, 03/05/2009 11:07 WIB

Berdarah-darah, Flexi Taklukkan Jabar
Andrian Fauzi - detikinet


ilustrasi (ist)

Bandung - Jungkir balik Telkom Divre III berusaha mengangkat Flexi, akhirnya per Januari 2009 mereka mengklaim telah menguasai market CDMA di Jabar. Market share Flexi
di Jabar saat ini adalah 51 persen. Naik cukup signifikan jika melihat market share pada penghujung tahun 2008 yang hanya 46 persen.

Namun raihan tersebut bukanlah prestasi yang luar biasa. Telkom perlu waktu perlu waktu sekian lama untuk menguasai market Jabar.

Demikian diakui oleh Executive General Manager Telkom Divre III, Walden R Bakara saat berbincang dengan detikINET usai acara Smart Generation Party di Kampus
Politeknik Telkom, Jalan Telekomunikasi, Sabtu (2/5/2009) malam.

"Saat ini Flexi sudah jadi market leader. Kita kuasai pasar sebesar 51 persen. Menggeser kompetitor yang saat ini hanya meraup 47 persen market share Jabar,"
paparnya.

Menurut Walden, naiknya market share Flexi saat ini karena strategi yang diterapkan berhasil. Ada dua strategi dalam merebut pasar Jabar yakni dengan membajiri pasar dan membanjiri komunitas dengan Flexi.

"Banjiri pasar dan banjiri komunitas. Kita galang mereka menjadi pelanggan Flexi. Berdarah-darah memang. Tapi hanya itu caranya," ungkap Walden.

Disinggung mengenai waktu yang terlalu lama untuk menguasai pasar Jabar, Walden mengelak hal tersebut dikarenakan strategi pemasaran yang diterapkannya tidak
berhasil. Justru dengan strategi 'menyebar' Flexi ke masyarakat malah membuat masyarakat tidak ada pilihan lain selain menggunakan Flexi.

"Pasar kalau mendapatkan satu musuh, perlu 10 peluru. Nah kita tidak, kita bombardir," kata Walden mengibaratkan strateginya. ( afz / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel